fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Rencana Pelebaran JJLS Panggang-Saptosari, Puluhan Warga Akan Terdampak Pembebasan Lahan

Published

on

Panggang,(pidjar.com)–Pembangunan JJLS masih terus berjalan untuk menyambungkan jalur di pesisir selatan Gunungkidul dari ujung barat sampai timur. Meski jalur ini belum tersambung sepenuhnya, pemerintah telah berencana untuk melakukan pelebaran di jalan yang sudah dibangun di awal pembangunan beberapa tahun silam. Puluhan warga pemilik lahan di jalur Panggang-Saptosari diperkirakan akan terdampak proyek pelebaran tersebut.

Sebagai informasi, JJLS ini dibangun sepanjang jalur selatan yaitu dari Girijati yang berbatasan dengan Bantul sampai dengan Girisubo-Rongkop yang berbatassn dengan Kabupaten Wonogiri. Dalam proses pembangunannya dibagi menjadi beberapa tahap. Hingga saat ini, kontraktor masih melakukan pembangunan di ruas Jalan Tanjungsari-Tepus dan Rongkop-Girisubo. Sementara untuk jalur Panggang-Saptosari sendiri sudah selesai dibangun sejak beberapa waktu silam dan rencananya akan dilakukan pelebaran. Sementara untuk jalur Panggang-Girijati yang didesain dengan kelok 18 hingga saat ini belum terealisasi.

Lurah Girisekar, Kapanewon Panggang, Sutarpan membenarkan perihal adanya rencana pemerintah untuk melakukan pelebaran ruas JJLS dari Girisekar hingga Planjan. Hal tersebut dikarenakan lebar jalan yang sudah selesai dibangun ini baru 24 meter. Rencananya, jalur tersebut akan dilebarkan menjadi 30 sampai 35 meter seperti lebar di ruas jalan lainnya.

“Rencananya memang akan ada pelebaran. Kami sudah diajak komunikasi. Beberapa waktu lalu pun juga sudah ada pemasangan patok sesuai dengan gambar atau desain yang ada,” terang Sutarpan, Selasa (16/11/2021) saat dikonfirmasi.

Namun demikian, dalam perkembangannya, hingga sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah, baik pengukuran tanah maupun membahas tentang ganti rugi kepada pemilik lahan. Di Kalurahan Girisekar sendiri menurutnya ada lebih dari 20 orang yang nantinya akan terdampak pembebasan lahan pelebaran JJLS itu.

“Belum, belum sampai ke pengukuran dan pembebasan lahan. Masih sebatas pemasangan patok saja,” imbuhnya.

Dalam rencana tersebut, di simpang tiga Sawah rencananya akan dibuat sebuah bundaran untuk kendaraan yang hendak berputar arah. Sehingga kemudian, di kawasan tersebut, lahan yang dibutuhkan juga akan semakin lebar.

Menurut Sutarpan, warga setempat, khususnya para pemilik lahan sendiri sangat menanti kepastian terkait dengan pembebasan lahan tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Wadiyana menambahkan, berkaitan dengan pelebaran jalan tersebut memang telah direncanakan oleh pemerintah. Namun demikian, dirinya belum mengetahui secara pasti bagaimana realisasinya ke depan.

“Sepenuhnya pengerjaan dilakukan oleh Pemda DIY,” ucap Wadiyana.

Berkaitan dengan pembebasan lahan, hal itu disebut Wadiyana juga merupakan ranah Pemda DIY. Berdasarkan pengecekan dan laporan yang ada sekarang ini tinggal ruas Baran-Jerukwudel, Jerukwudel-Tepus, dan Tepus-Planjan masih dalam proses pembangunan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler