fbpx
Connect with us

Olahraga

Persoalkan Banyaknya Atlet Berbakat Gunungkidul Pindah, Ketua DPRD Minta Dinas Anyar Diberi Target Khusus

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejumlah hasil positif yang diraih oleh atlet-atlet Gunungkidul dalam ajang bergengsi, PON Papua dan Peparnas Papua menggugah betapa besar potensi para atlet Gunungkidul. Selama ini, dengan kurangnya perhatian dari pemerintah, banyak dari atlet-atlet berbakat Gunungkidul yang hijrah ke daerah lain.

Menyikapi fenomena yang terus terjadi itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih meminta kepada Pemkab agar lebih memperhatikan dunia olahraga di Gunungkidul. Keberhasilan atlet di ajang PON maupun Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua haris menjadi momentum kebangkitan olahraga di Bumi Handayani. Salah satunya yang paling mungkin dilaksanakan dalam waktu dekat ini adalah membuat fasilitas olahraga yang memadai dan juga bagaiamana caranya mempertahankan atlet-atlet berbakat Gunungkidul agar tidak kemudian hijrah ke daerah lain sebagaimana yang terjadi saat ini.

Salah satu contoh yang paling dekat bagaimana kemudian atlet berbakat Gunungkidul yang diambil daerah lain adalah peraih emas nomor jalan cepat 20 kilometer putri PON Papua, Indah Puspitasari. Meski berasal dari Gunungkidul, dalam setiap helatan olahraga, pejalan cepat terbaik Indonesia ini justru mewakil Kota Yogyakarta.

“Gunungkidul ini sebenarnya banyak atlet potensial, tapi karena memang perhatian dari pemerintah masih kurang, maka kemudian mereka pindah ke daerah yang memberikan perhatian lebih kepada dunia olahraga yang mereka geluti,” papar Endah, Rabu (17/11/2021).

Politisi PDIP ini mengaku tak mempermasalahkan keputusan para atlet yang pindah daerah ini. Bisa jadi, hal ini merupakan keputusan terbaik bagi mereka dalam meningkatkan kemampuan maupun karirnya. Endah pun juga menegaskan akan terus memberikan dukungan penuh bagi para atlet asal Gunungkidul, meskipun telah berpindah daerah.

Maraknya atlet yang pindah daerah ini justru dilihatnya sebagai gambaran konkrit bagaimana kemudian pemerintah kabupaten Gunungkidul bisa lebih memberikan perhatian kepada dunia olahraga. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan merekrut para atlet-atlet potensial untuk bisa bekerja sebagai THL maupun pegawai di BUMD milik Pemkab Gunungkidul. Dengan adanya jaminan kesejahteraan semacam ini, rasa handarbeni para atlet terhadap daerah akan lebih tinggi.

“Bagaimanapun, mereka berasal dari Gunungkidul, jadi harus tetap kita dukung penuh. Walau mereka membela daerah lain, tapi para atlet terbaik ini telah mengharumkan nama Gunungkidul di kancah nasional maupun internasional. Saya yakin mereka tetap merasa sebagai warga Gunungkidul,” tandas dia.

Adanya Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang akan mulai beroperasi pada tahun 2022 mendatang harus menjadi titik balik kebangkitan pembinaan olahraga di Gunungkidul. Dengan keberadaan dinas baru ini, nantinya pemerintah dapat lebih fokus dalam mengembangkan sektor olahraga Gunungkidul yang terbukti banyak dihuni para atlet berbakat. Ia mengusulkan nantinya dinas ini diberikan target-target khusus, seperti misalnya jumlah dalam keikutsertaan Gunungkidul dalam even olahraga. Dengan target yang bisa diukur ini, bisa menjadi motivasi kerja bagi para personel dinas anyar ini.

“Adanya Dinas Kepemudaan dan Olahraga ini kan tentunya diikuti dengan penganggaran khusus di bidang olahraga. Jadi kinerjanya harus lebih baik, tidak ada alasan lagi,” tegas Endah.

Menanggapi prestasi para atlet Gunungkidul dalam Peparnas Papua, Endah menyebut bahwa prestasi ini sangat membanggakan dan sekaligus juga mengharukan. Raihan empat emas, dua perak dan tiga perunggu oleh para atlet dari kalangan disabilitas ini membuktikan perjuangan para atlet dengan segala kekurangannya. Bahkan ia banyak mendengar cerita bahwa banyak dari atlet yang harus nglajo lantaran minimnya fasilitas latihan di Gunungkidul.

“Para atlet yang telah mendapatkan prestasi harus lebih ditingkatkan lagi dan jangan cepat puas atas apa yang telah diraih,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua KONI Gunungkidul, Jarot Budi Santoso membenarkan banyaknya atlet Gunungkidul yang hijrah keluar daerah. Menurut Jarot, pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran hal tersebut adalah pilihan dari atlet yang bersangkutan.

Ditambahkannya, atlet jalan cepat yang peraih medali emas di PON Papua lalu, Indah Puspitasari telah ikut pembinaan di KONI Kota Jogja. Sehingga saat ini, yang bersangkutan tak lagi tercatat sebagai atlet Gunungkidul.

“Memang sudah tidak tercatat sebagai atlet di Gunungkidul,” papar Jarot.

Untuk peningkatan dan prestasi atlet, Jarot mengakui sudah menyiapkan sejumlah program, salah satunya persiapan Pekan Olahraga Daerah (PORDA). Rencananya dalam waktu dekat dilaksanakan pusat latihan kabupaten untuk pembinaan.

“Tidak hanya pembinaan fisik untuk meningkatkan prestasi, tapi juga ada bimbngan psikologi guna memperkuat mental para atlet ketika bertanding,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler