fbpx
Connect with us

Sosial

Resep Ikaragil Terus Guyub dan Berkembang di Tahun ke-7, Fokus Bidang Sosial Jauhi Politik Praktis

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Kepadatan Kabupaten Gunungkidul semasa musim mudik lebaran saat ini merupakan gambaran nyata di mana banyak masyarakat Gunungkidul yang melakukan urbanisasi ke kota. Minimnya lapangan kerja di Kabupaten Gunungkidul menjadi alasan masyarakat memilih merantau serta mengadu nasib ke kota besar. Daerah Khusus Ibu kota Jakarta dan kawasan di sekitarnya menjadi tujuan utama para perantau Gunungkidul.

Saking banyaknya warga perantauan asal Gunungkidul, di tanah perantauan mereka banyak membentuk paguyuban. Organisasi-organisasi merupakan organisasi sosial non profit yang dibentuk dengna tujuan untuk membantu masyarakat tertinggal yang hidup di Gunungkidul. Para warga perantauan ini ingin menunjukkan kepedulian mereka terhadap tanah tumpah darah yang sangat mereka cintai. Salah satu organisasi warga perantau Gunungkidul yang cukup eksis adalah Ikatan Anak Rantau Gunungkidul (Ikaragil).

Keberadaan Ikaragil sejak tujuh tahun belakangan cukup banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Adanya berbagai program bakti sosial, pemberian santunan bagi kaum dhuafa serta program bedah rumah mulai banyak menyentuh warga Gunungkidul. Selama ini, Ikaragil juga menginisiasi pengadaan MCK yang bahkan mulai merambah 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

“Organisasi ini memang sejak awal konsen di bidang sosial tanpa ada embel-embel politik apapun. Saat ini ada 20 koordinator wilayah di seluruh Indonesia yang memiliki hampir 3.000 anggota,” kata Wakil Ketua Umum Ikaragil, Nanang Setyadi di sela-sela tasyukuran ulang tahun Ikaragil yang ke tujuh di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (08/06/2019) kemarin.

Dipaparkan Nanang, salah satu yang membuat Ikaragil terus eksis dan bahkan semakin berkembang adalah komitmen untuk selalu netral. Ia menegaskan bahwa Ikaragil memantapkan diri terus menjadi organisasi yang independen dan tidak tertarik untuk terlibat politik praktis dalam momentum apapun. Meskipun bongkar pasang kepengurusan banyak terjadi lantaran berbagai sebab, namun mereka tetap kompak mengemban jargon Yang Muda Yang Berkarya. Memang, anggota dari Ikaragil ini lebih banyak didominasi oleh muda-mudi yang memilih untuk hidup di perantauan. Dengan semangat muda, mereka bersama-sama memiliki gagasan membantu sesama di Bumi Handayani.

Konsep dari organisasi sosial ini sendiri ialah sebagai penyalur bantuan dari individu maupun koorperorasi perusahaan. Sebagai organisasi yang telah memiliki badan hukum, banyak perusahaan dan donatur yang mempercayakan Ikaragil sebagai penyalur donasi mereka khususnya kepada masyarakat Gunungkidul.

“Secara umum kami menyuarakan salam sepuluh ewu untuk anggota kami yang nantinya digunakan untuk operasional organisasi seperti acara kopdar, syawalan, ulang tahun, rapat koordinasi. Sedangkan untuk para donatur kami memiliki rekening khusus atas nama Ikaragil,” tambah Nanang.

Para anggota Ikaragil, setiap tahunnya memiliki program-program yang menjadi agenda kegiatan sosial tahunan. Nantinya, masing-masing agenda seperti pemberian bantuan dikoordinasikan masing-masing divisi di masing-masing koordinator wilayah.

“Misalnya kegiatan bedah rumah yang sudah kami agendakan setahun dua kali, nanti divisi sosial akan mengajukan proposal ke perseorangan maupun perusahaan, kemudian anggota korwil Yogyakarta menyeleksi calon penerima bantuan,” jelasnya.

Dengan mekanisme seperti itu, Nanang memastikan bantuan bedah rumah dari organisasinya tidak akan salah sasaran. Hingga di usianya yang ke 7 ini, Ikaragil sudah membedah 28 rumah dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

“Saat ini, ada empat kecamatan yang belum mendapatkan bantuan bedah rumah dari paguyuban rantau itu. Adapun keempat kecamatan tersebut ialah Wonosari, Purwosari, Girisubo dan Panggang,” tandasnya.

Selain bedah rumah, saat lebaran seperti sekarang, Ikaragil juga memberikan bantuan kepada kaum Dhuafa yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya dalam tahun ini sudah Rp. 60 juta yang digelontorkan Ikaragil untuk menyantuni saudara di Kabupaten Gunungkidul yang dinilai masih memiliki ekonomi kurang mampu.

“Nanti rencananya ada program lain bagaimana masyarakat Kabupaten Gunungkidul ini tidak tertinggal lagi seperti bantuan di bidang kesehatan maupun pendidikan,” kata dia.

Ia berharap, Ikaragil ke depan ini sedikit banyak memiliki kontribusi bagi kemajuan Gunungkidul. Tidak hanya di lingkup sosial saja, namun juga di lingkup yang lebih tinggi dan mimpi untuk menjadikan Gunungkidul yang maju dan sejahtera bisa tercapai.

“Kita semua ingin Gunungkidul bangkit. Seluruh warga di perantauan saya yakin sangat cinta Gunungkidul,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler