Connect with us

Sosial

Sedikit Mengenal Tentang Bunuh Diri, Ciri-ciri Pelaku Serta Pencegahannya

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus bunuh diri khususnya gantung diri di Gunungkidul setiap tahunnya masih cukup tinggi. Berdasarkan data kepolisian, ratusan warga Gunungkidul beberapa tahun terakhir ini menjadi korban bunuh diri. Mengantisipasi fenomena ini terus terjadi, pemerintah terus bersinergi dengan instansi-instansi terkait untuk melakukan upaya meminimlisir atau menekan terjadinya aksi bunuh diri yang selama ini menghantui Gunungkidul.

Dokter spesialis kejiwaan RSUD Wonosari, Dr. Ida Rohmawati mengatakan, dari pihak kesehatan sendiri telah berupaya semaksimal mungkin untuk lebih melakukan pendekatan terhadap masyarakat. Hal itu dilakukan untuk memberikan sebuah jaminan perhatian maupun perlindungan. Pasalnya mereka yang berpotensi melakukan aksi nekat ini, sebenarnya memiliki ciri-ciri yang dapat diketahui oleh semua orang.

Misalnya saja, sering murung, menyendiri atau tidak mau bersosialisasi, tiba-tiba hilang semangat atau malas melakukan aktifitas seperti biasanya, kemudian juga sedang berada dalam tekanan atau titik terbawah. Pasalnya penyebab bunuh diri atau gantung diri mayoritas pelakunya mengalami gangguan jiwa.

Berita Lainnya  TMMD Sengkuyung 101, TNI Bangun Jalan Ratusan Meter di Desa Purwodadi

“Sebenarnya kalau dikatakan tinggi itu tidak juga dibandingkan dengan jumlah penduduk di Gunungkidul ya. Sistem pelaporannya yang tertib jadi seolah masih cukup tinggi,” kata Dr. Ida Rohmawati, beberapa waktu lalu.

Keluarga pun juga diminta untuk lebih peka dalam mengetahui karakteristik dan keadaan anggota keluarganya, terlebih mereka yang berada dalam masa sulit atau depresi. Pasalnya orang yang berada dalam kondisi ini perlu perhatian serta perlindungan yang lebih.

Selain keluarga, dari masyarakat sekitar lingkungan pun juga memiliki peran yang cukup penting dalam hal ini. Tentu tidak hanya keluarga atau aparat penegak hukum, masyarakat juga diminta peka dan memberikan rasa aman pada warga lainnya.

Berita Lainnya  Gerbang Pak Probo, Belanja Makin Gampang Sekaligus Bantu Bangkitkan UMKM Lokal

“Semua harus terlibat dalam menekan kejadian seperti ini. Kesadaran masyarakat untuk lebih peka, konsultasi dengan tenaga medis atau psikiater juga perlu,” tambah dia.

Seorang pengamat masalah sosial di Gunungkidul, Edi Supatmo menambahkan perlu adanya kepekaan dari keluarga dan masyarakat. Pasalnya bunuh diri tidak serta merta dilakukan secara langsung. Namun terdapat tanda-tanda terdahulu dan telah direncanakan oleh yang bersangkutan. Gejala-gejala yang diperlihatkan dapat dicegah terlebih dahulu.

“Kepekaanlah yang harus diasah oleh semua. Misalnya saja sakit menahun, permasalahan ekonomi, atau hidup sendiri seperti itu yang perlu diwaspadai dan ada pendampingan tersendiri,” tambah dia.

Tak sedikit masyarakat yang masih menggabungkan gantung diri dengan cerita mistis yakni pulung gantung. Disinggung mengenai cerita mistis itu, Edy Patmo tidak dapat mengungkapkan terlalu banyak. Ia tidak bisa menampik mentah-mentah anggapan tersebut, namun juga tidak bisa mengiyakan secara gamblang.

Berita Lainnya  Gunungkidul Banyak Bencana, BPBD Minta Naik Status

“Tergantung pribadi masing-masing yang mengartikan,” terang dia.

Masyarakat juga tidak sedikit yang melakukan ritual-ritual tradisional. Misalnya saja membongkar tempat yang digunakan oleh orang menggantung. Kemudian, ada pula yang melakukan menggali tanah tepat di bawah lokasi yang digunakan. Biasanya saat digali, ditemui pula 3 bulatan tanah (gelu) yang sering digunakan untuk mengganjal jenazah saat dikubur.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler