fbpx
Connect with us

Uncategorized

Retaskan Permasalahan Gantung Diri, Begini Langkah PKH

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Memasuki pekan pertama Bulan Maret ini sedikitnya sudah sembilan warga Gunungkidul yang meninggal dunia karena bunuh diri. Hal ini menjadi perhatian seluruh lapisan pemerintah tak terkecuali Koordinator Program Keluarga Harapan di Gunungkidul sebagai salah satu pelaku program untuk mengentaskan permasalahan sosial di tengah masyarakat.

Koordinator PKH Kabupaten Gunungkidul, Suro Tri Wibowo mengatakan, ada beberapa Keluarga Penerima Manfaat yang anggota keluarganya nekat bunuh diri. Pihaknya pun saat ini tengah melakukan pendekatan kepada keluarga dampingannya.

“Kami juga menggandeng LSM Inti Mata Jiwa yang konsen untuk meretaskan bunuh diri, tujuannya untuk mengedukasi keluarga penerima manfaat tentang kesehatan jiwa,” ucap Suro, Minggu (07/03/2021).

Suro menambahkan, pihaknya melakukan pertemuan rutin dengan warga di setiap kelurahan sedikitnya sebulan sekali. Adapun materi sosialisasi sendiri tergolong ringan dan mudah dipahami warga.

“Namun karena pandemi juga banyak berkurang pertemuannya, pendampingan dan sosialisasi kita laksanakan online,” jelas dia.

Sementara itu, relawan Imaji, Wage Dhaksinarga mengatakan, selain dengan pendamping PKH, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan berbagai macam pihak. Ia mengakui, tidak bisa melakukan edukasi secara mandiri karena terkendala biaya.

“KPM merupakan kelompok yang memiliki risiko melakukan bunuh diri, kami juga intensitaskan sosialisasi kepada masing-masing keluarga agar semakin peka kepada anggota keluarganya,” kata Wage.

Selain program tersebut, Imaji juga membuka kontak hotline bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi. Penyintas hingga keluarga yang anggotanya menjadi pelaku bunuh diri jadi sasaran utama dari konsultasi tersebut agar secepatnya masalah bunuh diri bisa diretaskan di Gunungkidul.

“Kami mengedepankan edukasi, advokasi, dan pendekatan tanpa henti, harapannya keluarga harus semakin peka dengan anggota keluarga lainnya,” jelas Wage.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler