Pemerintahan
Rotasi Mutasi Besar-besaran, Dua Dinas “Basah” Jadi Prioritas
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam waktu dekat ini akan melakukan rotasi sejumlah pejabat struktural. Sebanyak 199 posisi pejabat struktural dipastikan akan dilakukan rotasi dan mutasi. Termasuk dalam rotasi ini adalah adanya belasan pejabat eselon II atau Kepala Dinas yang akan dilakukan pergantian. Diharapkan, dengan adanya rotasi ini, selain penyegaran juga agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bekerja sesuai dengan ritme Bupati anyar Gunungkidul.
Dua dinas yang cukup “basah” yakni Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) tak luput dari rotasi dan mutasi ini. Sejumlah pos penting dan bahkan hingga pejabat Kepala Dinas akan dilakukan pergantian.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menerangkan, saat ini pihaknya sudah melakukan penyusunan panitia seleksi pejabat struktural. Kendati begitu, Sunaryanta belum bisa memastikan kapan proses seleksi ini akan dimulai.
“Kami harap pegawai di tiap OPD di Gunungkidul agar mengikuti proses seleksi,” kata Sunaryanta, Jumat (21/05/2021).
Sunaryanta kembali menegaskan, dalam fase ini, jangan sampai ada aksi minta-minta hingga jual beli jabatan. Jika nantinya ia mendapati aksi jual beli jabatan, ia memastikan akan melakukan pencopotan semua oknum yang terlibat.

“Lapor ke saya kalau ada oknum yang jual beli jabatan, akan langsung saya copot kalau terbukti,” jelasnya.
Kendati demikian, Sunaryanta mengatakan pelaksanaan rotasi mutasi ini tak bisa 100% sempurna. Namun demikian ia memastikan seluruh prosesnya akan dilakukan secara profesional.
“Tim yang sudah dibentuk dipastikan bekerja maksimal, prosesnya juga akan transparan. Kami imbau masyarakat bisa memantau prosesnya,” papar dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih meminta proses rotasi mutasi jabatan dilakukan sesuai dengan aturan yang serupa. Ia wanti-wanti apa yang terjadi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur bisa menjadi pembelajaran.
“Isu ini sensitif, kami akan melakukan pantauan dan mengawasi prosesnya,” tandas Endah.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
