fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Mega Proyek Penyedotan Sumber Air Besar-Besaran, SPAM IKK Tanjungsari Digelontor Anggaran Puluhan Miliar

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Kabupaten Gunungkidul sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Hanya saja dalam pemanfaatan air ini dan pengelolaannya masih belum maksimal, sehingga dalam keterjangkuan dan kuantitas masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, pemerintah kabupaten bersama dengan pemerintah pusat akan merealisasikan pembangunan Saluran Penyedia Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) di wilayah Tanjungsari yang mana akan memenuhi kebutuhan air di wilayah terdekat.

Rencananya program ini akan direalisasikan mulai akhir tahun mendatang dan menyedot anggaran hingga puluhan miliar rupiah. Rabu (19/05/2021) kemarin, tim dari Bappeda, Kundha Niti Mandala dan Tata Sasana, serta dari OPD terkait melakukan survei di lahan yang akan dibangun SPAM IKK dan perangkat penunjang lainnya.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Gunungkidul, Nurudin Araniri mengungkapkan, SPAM IKK Tanjungsari ini akan mengambil air dari sungai bawah tanah Baron. Kemudian akan ditarik menggunakan pipa ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang berada di bawah mercusuar pantai Baron.

“Di IPA ini akan air sungai bawah tanah tersebut akan diolah sesuai dengan kualitas konsumsi. Kemudian kita alirkan ke boster di Pantai Sundak,” kata Nurudin Araniri, Kamis (20/05/2021).

Kemudian dari situ akan kembali ditarik kealat yang dipasang di sekirar SMK Tepus. Dari situ air baru bisa menjangkau wilayah Tanjungsari dan sebagian wilayah Tepus. Berkaitan dengan debit air, dengan metode dan teknologi yang digunakan ini debit airnya 50 liter perdetik. Kedepan baru akan ditingkatkan menjadi 100 liter perdetik.

“Jadi nanti untuk penyediaan air bisa 24 jam. Selama ini masyarakat pesisir selatan selalu mengeluhkan jangkuan dan kuantitas air di sana, ini sebagai bentuk pelayanan kita,” imbuhnya.

Disinggung mengenai anggaran, untuk SPAM IKK menyedot anggaran hingga 60 miliar rupiah. Dana tersebut berasal dari APBN, sementara pemerintah kabupaten menyediakan lahan untuk perpipaan dan lainnya.

“Kalau yang kabupaten kita anggarkan di APBD Perubahan 2021. Nah baru dari Balai akan melakukan lelang yang dipercepat, kemudian awal 2022 baru eksekusi,” jelas Nurudin.

Permasalahan air menurutnya sangat krusial. Terlebih di musim kemarau, masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Langkah ini diambil untuk penuntasan permasalahan yang setiap tahunnya berulang. Disisi lain, ini juga upaya pemerintah untuk menggali potensi sumber daya alam yang dimiliki yakni air yang cukup melimpah.

“Fokus dulu di kawasan selatan karena ini kan selain menunjang masyarakat juga untuk kepentingan investasi, perhotelan, dan pariwisata,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler