Connect with us

Pemerintahan

Rumor Pengarahan Rekanan dan Cashback 30% Proyek Rapid Tes Miliaran, Dinas: Puskesmas Yang Pilih Sendiri

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pelaksanaan tes rapid antibodi kepada belasan ribu petugas KPPS saat Pilkada Gunungkidul tahun 2020 lalu diselidiki oleh Kejati DIY. Sejumlah dokumen kontrak proyek bernilai miliaran rupiah ini telah diminta oleh penyidik dari Kejati DIY untuk dianalisis.

Adapun berdasarkan penelusuran pidjar-com-525357.hostingersite.com, dalam proses pengadaan alat rapid tes antibodi ini, dari pihak Dinas Kesehatan Gunungkidul hanya menggunakan 1 rekanan untuk pengadaannya. Menjadi hal yang aneh mengingat nilai kontrak yang cukup besar. Selain itu, dalam hal ini, pemilihan rekanan yang terkesan monopoli ini menjadi kurang relevan mengingat dalam kontraknya, harga yang ditawarkan sendiri merupakan harga maksimal sesuai dengan Peraturan Bupati yang berlaku saat itu yaitu Rp 128.000 per orang.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Aziz, menyampaikan, kontrak pelaksanaan rapid antibodi petugas KPPS sendiri dilakukan langsung oleh masing-masing Puskesmas dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul. Sementara untuk menentukan tarif layanan, ia mengungkapkan pada saat itu muncul Peraturan Bupati Gunungkidul yang mengatur tentang tarif harga layanan rapid antibodi sebagai dasar hukumnya.

Berita Lainnya  Tenaga Kesehatan Banyak Terpapar Covid19, Layanan Rawat Inap Puskesmas 1 Semanu Ditutup Sementara

“Karena Puskesmas itu Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), maka kami yang ada di Dinkes ini sekedar memfasilitasi untuk mempertemukan KPU dengan teman-teman yang ada di Puskesmas. Kemudian perjanjian kerja sama itu dilakukan KPU dan Puskesmas dengan menggunakan tarif layanan di Perbup itu,” ucapnya.

Setelah perjanjian dilaksanakan, maka Puskesmas kemudian harus melakukan pembelian peralatan. Sebelum memilih penyedia peralatan, Dinas Kesehatan bersama dengan Puskesmas melakukan survei harga untuk mencari harga paling rendah.

“Dari survei itu mengambil harga paling rendah, persisnya berapa saya kurang tau. Harga rapid antibodi, bahan-bahan lain, termasuk jasa itu masuk dalam komponen dari tarif layanan. Seingat saya tarifnya itu totalnya Rp. 128 ribu. Seluruh bahan itu dibeli sendiri oleh Puskesmas,” imbuh Aziz.

Jumlah tes antibodi yang dilakukan oleh Puskesmas kemudian diklaim ke KPU Gunungkidul. Ia mencontohkan, ketika Puskesmas melakukan tes antibodi ke sepuluh petugas, maka diajukan ke KPU dan dibayar sesuai jumlah dan tarif yang sebelumnya ditentukan.

Berita Lainnya  Demi Pengelolaan Dana Desa yang Maju dan Jujur, Pemerintah Lakukan Penyuluhan Jaga Desa

“Mekanismenya seperti itu,” terangnya.

Ia mengaku tak tahu persis berapa jumlah penyedia yang dipilih oleh 30 Puskesmas yang melayani rapid antibodi kepada petugas KPPS. Menurutnya, Puskesmas akan memilih penyedia dengan harga terendah. Masing-masing Puskesmas bebas menentukan penyedia.

Terkait dengan adanya rumor bahwa Puskesmas diarahkan oleh pihak dinas untuk memilih satu penyedia, menurutnya itu sah-sah saja jika ada yang beranggapan seperti itu. Ia juga tidak begitu mengetahui persis terkait rumor tersebut.

“Ketika teman-teman hasil survei kan diarahkan yang paling murah, teman-teman Dinas dan Puskesmas sama-sama melakukan survei. Bahasanya memang diberi hasil survei, datanya ini, yang paling murah ini. Kalau pun mau memilih yang lain juga boleh, yang penting kan pada waktu itu ada standar kualitas yang harus dipenuhi,” jelas dia.

Menurutnya, masing-masing alat memiliki spesifikasi tersendiri yang telah diklasifikasikan dan direkomendasikan oleh BNPB. Dalam memilih penyedia, pihaknya juga mengacu pada rekomendasi yang dikeluarkan oleh BNPB terkait rapid antibodi.

Berita Lainnya  Perpanjangan Mudik, Bupati Minta Perantau ke Gunungkidul Setelah Pelarangan Mudik Selesai

“Jadi tidak asal, seperti itu kan teman-teman Puskesmas harus diarahkan yang rekomendasi dari BNPB pusat merknya ini, ini, dan ini. Itu ada pada waktu itu,” ungkapnya.

Sementara menanggapi kabar perihal adanya cashback sebesar 30% dari rekanan penyedia, ia mengaku tak tahu menahu tentang kebenarannya. Menurutnya, hal semacam itu sebaiknya disikapi dengan anggapan positif.

“Kalau seperti itu kita tidak tahu ya yang di Dinas ini, saya prinsipnya positif thinking saja ya,” tutup Aziz.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler