fbpx
Connect with us

Sosial

Sebar Info Hoax Klinik Rawat Pasien Positif Corona, Pak RW Minta Maaf

Published

on

Karangmojo, (pidjar.com)–Dalam suasana yang seperti sekarang ini, isu-isu kecil terkadang bisa kemudian disikapi secara gegabah. Tak jarang lantaran tidak bijak dalam menerima informasi yang belum tentu kebenarannya, seseorang bisa dengan mudah menyebarkannya dan berdampak keresahan hingga merugikan pihak lainnya.

Seperti dalam kasus penyebaran isu pasien corona yang menimpa sebuah klinik kesehatan di Padukuhan Grogol V, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Dalam sebuah voice note yang kemudian diketahui merupakan suara Rus, warga Padukuhan Grogol V, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, menyebut perihal tuduhan mengenai adanya sejumlah pasien positif corona yang dirawat di klinik tersebut. Alhasil, isu itu langsung membuat resah kalangan masyarakat setempat dan berimbas pada pemilik klinik.

Pemilik klinik, Rudi Ismanto menuturkan, pihaknya sempat kaget usai menerima informasi perihal kliniknya yang diam-diam merawat pasien positif covid19. Rudi yang geram menyebut bahwa informasi tentang pasien Covid 19 di kliniknya tersebut bermuatan sarat fitnah, membuat keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat sekaligus merugikan klinik pengobatan miliknya.

“Voice note itu telah menghakimi kami tanpa didukung bukti. Saudara Rus juga tidak memiliki kapasitas dan kompetensi untuk menyampaikan informasi tentang data pasien Covid 19. Hal ini selain merugikan kami secara materi, juga telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Untuk itu hari ini yang bersangkutan kami minta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka,” tegas Rudi Ismanto, Senin (27/04/2020).

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, awalnya dia sama sekali tidak tahu jika ada voice note bernada fitnah yang menjatuhkan martabat klinik Fortuna Husada miliknya. Namun kemudian, pada Jumat (17 /04/2020) dirinya mendapatkan pesan melalui Whatsapp yang dikirimkan salah satu tokoh masyarakat Grogol I. Intinya tokoh tersebut mempertanyakan kebenaran kliniknya telah merawat 5 pasien positif Corona.

Berita Lainnya  Kemenag Putuskan Ibadah Haji Ditiadakan, Calon Jamaah Haji Diberangkatkan Tahun Depan

“Masyarakat yang resah bahkan sempat berkumpul di rumah Pak Dukuh Grogol I. Jumlahnya tak tanggung-tanggung mencapai lebih dari 50 orang. Intinya klarifikasi mempertanyakan kebenaran informasi tersebut. Berhubung memang kita tak merawat, ya sudah kita jelaskan apa adanya. Pihak Puskesmas Karangmojo II waktu itu juga hadir dan memberikan penjelasan panjang lebar tentang corona,” lanjut Rudi.

Saat itu Rudi belum mengetahui jika ada voice note yang menyudutkan kliniknya menyebar luas. Barulah pada sore harinya dia mendapatkan voice note tersebut dari Bhabinkamtibmas Desa Bejiharjo, Bripka Kuswandi. Voice note berdurasi 50 detik ini berisi informasi hoax yang menyatakan klinik milik Rudi sebelumnya telah merawat 5 pasien asal Wonosari selama 3 hari. Pasien tersebut di RSUD Wonosari telah dinyatakan positif Corona. Si pembuat voice note juga menghimbau agar untuk sementara waktu pasien menghindari berobat ke klinik dan Puskesmas Bejiharjo.

“Dampaknya langsung terasa, klinik kami sepi karena masyarakat yang tidak faham langsung percaya dan menelan mentah-mentah voice note hoax ini. Pasien umumnya pada takut berobat ke klinik kami,” keluhnya.

Lebih rinci Rudi memaparkan, dampak dari informasi hoax ini kliniknya rugi besar. Kepercayaan publik yang telah terbangun lama mendadak hilang hingga nasib puluhan karyawan klinik terancam tidak gajian jika tidak ada pasien berobat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati menyayangkan beredarnya voice note yang menyudutkan dan memojokkan klinik dan Puskesmas. Sekaligus juga dalam kesempatan itu, ia membantah adanya kabar ini.

“Tidak benar informasi beredar bahwa klinik Fortuna Husada ini merawat 5 pasien Covid.Tidak benar juga jika Puskesmas Karangmojo II kita sterilkan lantaran ada staff atau pegawai yang kena Covid,” bantah Dewi Irawati.

Ia menekankan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan seperti klinik, Puskesmas hingga rumah sakit bukanlah sarang Covid 19. Justru di tempat-tempat tersebut bercokol pejuang-pejuang kemanusian.

Berita Lainnya  Warga Girisubo Pasien Positif Covid19 Meninggal Dunia

“Di mana orang-orang seperti itulah yang setiap hari berhadapan dengan yang namanya ODP,OTG, PDP bahkan sangat mungkin langsung berhadapan dengan pasien Corona. Namun karena sudah terstruktur menggunakan APD memadai jadi saya minta masyarakat tidak takut,” tambahnya.

Dewi Irawati meminta masyarakat tidak memunculkan stigma negatif bahkan terkesan menjauhi petugas kesehatan. Sebab tanpa tenaga kesehatan tentunya masyarakat tidak bisa bergerak dalam memerangi wabah Covid 19.

“Jadi para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya adalah orang-orang di baris depan yang rela dan ikhlas membaktikan dirinya untuk menyelesaikan persoalan Covid 19. Harapan kami tentu jangan ada lagi ujaran, voice note, video bernada hoax dan lainnya yang memojokkan tugas kami,” pinta Dewi.

Sementara itu Rus, pelaku pembuat voice note bernada fitnah itu mengakui segala perbuatannya. Warga Padukuhan Grogol V yang sekaligus merupakan pengurus RW ini mengaku salah dan khilaf telah membuat voice note yang meresahkan masyarakat sekaligus merugikan klinik.

“Saya mengaku bersalah telah membuat voice note yang menyesatkan. Saya membuat itu lantaran ada yang menyuruh karena adanya informasi simpang siur yang di screen shoot ke group whatsapp maupun WA saya pribadi. Tujuan saya memberikan informasi agar masyarakat waspada, voice note hanya saya kirimkan ke satu orang. Tetapi nggak tahunya voice note itu disebarluaskan lagi dan saya tidak menyadari jika efeknya seperti ini,” ucap Rus saat meminta maaf.

Rus berharap, dengan membuat surat permintaan maaf kemudian juga membuat statement terbuka untuk media massa diharapkan dapat menetralisir keadaan. Dengan itu Rus berharap nama baik Rudi Ismanto maupun klinik Fortuna Husada dapat dipulihkan seperti sedia kala.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler