fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sebut Pembisik Kuasai Rotasi Mutasi Pejabat, GCW: Gunungkidul Era Baru Itu Omong Kosong!

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Beberapa waktu mendatang, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gunungkidul dikabarkan akan dirotasi. Kebijakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan di era Bupati Sunaryanta yang telah lebih dari setengah tahun ini memimpin Gunungkidul. Rumor perihal nama-nama pejabat-pejabat yang menduduki jabatan baru telah santer beredar di kalangan masyarakat. Dikabarkan, prosesi pelantikan sendiri tinggal menunggu surat persetujuan dari Kementrian Dalam Negeri. Nantinya, selepas proses rotasi dan mutasi ini, Pemkab Gunungkidul akan melanjutkan dengan proses seleksi terbukan Jabatan Tinggi Pratama (JTP) untuk OPD-OPD yang lowong lantaran adanya pejabat yang pensiun atau menempati tugas baru.

Rumor rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Gunungkidul ini ditanggapi keras oleh LSM Gunungkidul Corruption Watch (GCW). Keputusan Bupati Sunaryanta berkaitan pemilihan pejabat ini dituding penuh dengan intrik dan kepentingan dari oknum-oknum yang justru berasal dari luar lingkup pemerintahan.

Ketua GCW, Muhammad Dadang Iskandar menyebut, pihaknya telah mendengar adanya keputusan Bupati berkaitan dengan rotasi dan mutasi sejumlah personel di Pemkab Gunungkidul. Menurutnya, proses mutasi dan rotasi semacam ini, sangat wajar dilakukan oleh Bupati, terutama yang baru menjabat seperti Sunaryanta. Namun yang disayangkan, ia mendapatkan banyak kabar hingga keluhan perihal ada banyaknya pejabat titipan.

Dilanjutkannya, berdasarkan kabar yang ia dengar, para pejabat ini banyak merupakan hasil bisikan dari orang-orang yang justru di luar lingkup pemerintah.

“Ya dari lingkungan orang dalam Bupati lah, saya ndak perlu sebut nama-namanya,” tandas Dadang kepada pidjar.com, Kamis (19/08/2021) petang tadi.

Ketua Gunungkidul Corruption Watch, Muhammad Dadang Iskandar

Adanya keterlibatan orang-orang dari luar lingkup pemerintahan ini menurutnya adalah kerugian untuk Bupati Gunungkidul dan juga masyarakat Gunungkidul. Hal ini lantaran, ia meyakini bisikan-bisikan maupun rekomendasi ilegal semacam ini akan sarat dengan kepentingan. Bahkan, bukan tidak mungkin apabila dalam prosesnya, melibatkan transaksional.

Idealnya, Bupati maupun orang-orang di sekitarnya harus menjauhkan pertimbangan like and dislike, permainan bisikan dalam pertimbangan memilih para pembantunya, terutama yang memiliki kewenangan kebijakan. Orang-orang yang layak, pantas dan memiliki kemampuan serta tak memiliki uang, tak akan bisa merengkuh jabatan. Padahal, justru orang-orang semacam ini yang nantinya potensial untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan pro rakyat.

“Artinya bukan tidak mungkin ada aktifitas ider besek dari oknum-oknum dengan janji akan dipilih menjadi pejabat tertentu. Ini banyak keluhan yang sudah saya dengar ya baik dari kalangan internal pemerintahan maupun luar pemerintahan,” lanjut dia.

Dikhawatirkannya, dengan dalih balas jasa, para pejabat hasil proses ilegal ini justru akan jauh dari kebijakan-kebijakan yang pro rakyat. Kebijakan yang dibuat, termasuk di dalamnya program-program maupun proyek-proyek adalah murni untuk bisnis dan keuntungan materi bagi kalangan luar tersebut.

“Kalau sudah semacam ini, Gunungkidul Era Baru yang digaung-gaungkan hanya omong kosong. Termasuk juga Gunungkidul Membangun untuk siapa? Untuk kalangan tertentu?,” ketusnya.

Indikasi adanya kecurigaan ini menurutnya sangat besar. Hal ini lantaran, nama-nama pejabat eselon II yang saat ini rumornya santer akan menduduki jabatan baru sudah lama ia dengar. Dan nama-nama ini dikenal cukup dekat dengan orang-orang lingkaran dalam Bupati.

“Ini adalah rotasi mutasi yang pertama di era Bupati Sunaryanta. Kita bisa lihat nanti ke depan Gunungkidul akan seperti apa dari keputusan ini. Kalau masih kental adanya permainan, saya pesimis Gunungkidul bisa maju,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler