fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sekilo Dihargai 1,5 Juta, Petani Gunungkidul Didorong Coba Tanam Vanili

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Tanaman melon, semangka, cabai, bawang merah menjadi komoditas unggulan yang dihasilkan oleh para petani Gunungkidul. Sektor perkebunan dan hortikultura memang belakangan ini perkembangan serta pertumbuhannya sangat pesat.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta sangat mengapresiasi upaya para petani dalam pengembangan holtikultura di Gunungkidul. Namun begitu, ia berharap agar ke depan, jenis tanaman hortikultura dan perkebunan yang dikembangkan oleh petani Gunungkidul agar lebih bervariatif dan bisa melihat potensi-potensi yang cukup besar. Sehingga kemudian, kesejahteraan para petani Gunungkidul bisa mengalami peningkatan.

Ia menginginkan, ke depan para petani Gunungkidul untuk bisa membudidayakam tanaman vanili. Di mana jenis tanaman ini memiliki nilai ekononi yang tinggi dan tentunya sangat menguntungkan. Di samping itu, pasar vanili yang cukup besar dapat mengangkat perekonomian petani di Gunungkidul.

“Potensinya luar biasa memang komoditas yang satu ini. Kami berharap bisa dibudidayakan di Gunungkidul,” ucap Sunaryanta, Selasa (21/09/2021) siang.

Adapun sektor pertanian, perkebunan dsn hortikultura saat ini bisa dikatakan menjadi penopang ekonomi masyarakat. Sebab, sektor pariwisata sekarang ini sedang lesu dan yang bisa bertahan adalah sektor pertanian, perkebunan dan hortikultura.

Sementara itu, Kepala Seksi Produksi Perkebunan dan Hortikutura, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sugiyanto menambahkan, salah satu daerah penghasil vanili yang cukup besar adalah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Informasi yang ia peroleh, 1 kilogram vanili bisa dihargai hingga Rp 1.500.000. Dengan nilai jual yang cukup tinggi ini, tentunya akan sangat menguntungkan bagi para petani.

“Kalau di Gunungkidul hingga saat ini memang belum ada yang mengembangkan jenis tanaman vanili. Tapi perlu diujicobakan ke depan karena harganya yang cukup menggiurkan,” ucap Sugiyanto.

Salah satu tantangannya adalah, vanili biasanya dibudidayakan di daerah dataran tinggi yang dingin, sedangkan Gunungkidul merupakan daerah kering saat musim kemarau. Meskipun ada beberapa daerah yang tinggi, namun pada musim kemarau daerah ini kering bahkan ada yang sulit air.

“Perlu ada terobosan teknologi khusus agar daerah yang tinggi ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” paparnya.

Tidak menutup kemungkinan, ke depan dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul akan melakukan konsultasi dengan Balai Pengkajian Telnologi Pertanian untuk membahas terobosan yang perlu dilakukan agar nantinya bisa membudidayakan tanaman vanili di wilayahnya.

“Siapa tahu ada teknologinya sehingga ke depan bisa membudidayakan tanaman ini. Kita punya lahan pertanian yang sangat luas,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler