fbpx
Connect with us

Peristiwa

Berhasil Masuk Kawasan Pantai, Rombongan Wisatawan Dibubarkan Tim Gabungan

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Selama penerapan PPKM Darurat, Pemkab Gunungkidul telah memutuskan untuk menutup seluruh obyek wisata di Gunungkidul. Namun begitu, pada hari pertama penerapan PPKM ini, masih ada wisatawan yang nekat untuk masuk ke kawasan pantai. Alhasil, para wisatawan tersebut diakhirnya dibubarkan dan diminta untuk pulang.

Sabtu (03/07/2021) pagi tadi, sebanyak 7 bus yang terisi penuh wisatawan diminta untuk meninggalkan kawasan pantai. Bus-bus tersebut sebenarnya telah berhasil masuk ke kawasan pantai dan memarkirkan kendaraan di Pantai Pulang Syawal atau Pantai Indrayanti. Rombongan wisatawan ini diketahui berasal dari berbagai kota di luar DIY.

Plt Kepala Satpol PP Gunungkidul, Heri Sukaswadi mengungkapkan, pagi tadi tim gabungan melakukan patroli di sejumlah titik krusial, salah satunya adalah di kawasan pantai. Dalam operasi ini, tin mendapati adanya 7 bus yang terparkir di kawasan Pantai Pulang Syawal. Petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP dan bahkan Bupati Gunungkidul kemudian memberikan arahan agar rombongan dari berbagai kota tersebut segera meninggalkan kawasan wisata.

“Ada yang berasal dari Bojonegoro, Kudus dan lainnya. Tadi kami berikan pengertian dan kemudian mereka dengan kesadaran sendiri meninggalkan kawasan pantai,” ucap Heri Sukaswadi, saat dikonfirmasi pidjar.com.

Menurutnya, rombongan wisatawan ini masuk ke Pantai Pulang Syawal sejak hari Jumat kemarin, sehingga masih bisa lolos dari pos penjagaan di TPR. Rencananya pada hari ini, baru akan meninggalkan lokasi wisata.

“Kemarin kan belum diterapkan kebijakan baru, sehingga mereka masih bisa masuk,” ucap Heri Sukaswadi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono membenarkan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa mulai hari ini, pemerintah resmi menutup obyek wisata. Di setiap pos TPR, saat ini dijaga ketat oleh petugas pariwisata bersama dengan kepolisian dan TNI. Bus besar dan kendaraan pribadi yang hendak masuk ke obyek wisata dihalau oleh petugas.

“Hari ini wisatawan yang hendak masuk kami minta putar balik. Sejak pagi tadi sudah kami lakukan penghalauan di depan pos TPR,” jelas Harry Sukmono.

“Kalau kemarin masih bisa masuk. Yang kami minta putar balik hanya yang tidak membawa hasil rapid antigen negatif, tapi kalau untuk hari ini sampai 20 Juli mendatang semuanya kami minta putar balik,” ucap dia.

Di TPR JJLS pun petugas jaga juga menghadang wisatawan yang hendak masuk ke pantai. Ada sekitar 5 mobil pribadi dan 15 sepeda motor yang diminta oleh petugas untuk putar balik. Petugas akan setiap hari melakukan penjagaan guna menghalau wisatawan yang nekat hendak masuk.

“Iya tetap tegas kami minta putar balik. Tapi untuk sekarang ini jumlahnya sedikit kok. Sekalipun ada yang masuk itu cuma pekerja proyek pembangunan JJLS,” ucap salah seorang petugas jaga TPR JJLS, Wijang Antok.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler