fbpx
Connect with us

Peristiwa

Sempat Berkali-kali Bunyikan Klakson Sebelum Hantam Bus, Truk Tronton Rem Blong Akibatkan 13 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Diterbitkan

pada tanggal

Ponjong,(pidjar.com)–Bagi M Najib (29) warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (08/01/2019) siang tadi mungkin menjadi salah satu momen mengerikan yang pernah dialaminya. Bagaimana tidak, sejak berada di tanjakan Pok Cucak, truk tronton bernopol AB 8949 JN yang ia kemudikan mengalami rem blong. Selama beberapa saat, Najib harus mengemudi di Jalan Ponjong-Semanu dengan keadaan tanpa rem. Sesampai di lokasi kejadian, truk tersebut menghantam bus Purwo Widodo yang tengah sarat penumpang. Belasan orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat insiden tersebut. kepada pihak kepolisian telah memgklakson beberapa kali sebelum menabrak bus purwo widodo AD 1469 FG. Persitiwa singkat nan dramatis tersebut menyebabkan belasan korban terpaksa harus dilarikan ke dua rumah sakit di Gunungkidul.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Anang mengatakan, usai kecelakaan terjadi pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi serta para saksi. Dari hasil informasi sementara, sebelum terjadinya benturan, pengemudi truk telah berusaha memberikan sinyal. Najib terus mengklakson dengan maksud agar kendaraan di depannya minggir lantaran ia mengalami masalah teknis.

Berita Lainnya  Vonis Haram Masih Dalam Wacana, Komunitas PUBG Gunungkidul Gelar Kompetisi

“Pengemudi truk memberikan sinyal ketika remnya blong dengan mengklakson beberapa kali, mungkin saat itu, pengemudi bus, Sakino Rustan (69) warga Pracimantoro, Wonogiri tidak merespon dan tidak menghindar sehingga kemudian berakhir dengan tabrakan itu,” jelas Anang, Kamis petang.

Ia menjelaskan, akibat kecelakaan tersebut, sopir bus, kernet dan belasan penumpang mengalami luka akibat benturan yang cukup keras. Kebanyakan dari mereka mengalami luka pada bagian tangan dan kaki.

“Truk menabrak bagian belakang kanan bus, luka-luka para korban itu akibat benturan bus dengan pohon besar yang akhirnya menghentikan laju bus yang sempat melaju tak terkendali pasca tertabrak,” ungkap dia.

Adapun identitas para korban, selain sopir yakni, Priyo Susilo (24) warga Kebumen, Jawa Tengah; Miskiyem (65) warga Semanu; Katno, warga Wonogiri, Jawa Tengah; Sutardi warga Kebumen. Kemudian Giyem (56), Kandarsih, Wagino (67), Tugino (53), Sunarti (47), Sunarno (62), Soman (70) kesemuanya warga Wonogiri, Jawa Tengah dan Nardiwiyono (60) warga Semin.

Berita Lainnya  Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ganas, Politisi Keibuan Ini Akhirnya Berpulang

Anang menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Sehingga sementara menunggu pendalaman, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Penetapan tersangka masih dalam proses,” pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Ponjong-Semanu, tepatnya di Padukuhan Asem Lulang, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong pada Kamis siang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, bermula ketika truk tronton melaju dari arah Ponjong menuju Semanu. Sesampainya di lokasi kejadian, truk tiba-tiba oleng lantaran mengalami rem blong.

Saat itu juga, tepat di depan tronton tersebut terdapat bus Purwo Widodo dengan nomor polisi AD 1469 FG. Lantaran jarak yang terlalu dekat, tabrakan pun tidak bisa terhindarkan.

Bus yang mendapat dorongan cukup keras dari belakang pun akhirnya oleng dan melaju tak terkendali. Bus sendiri baru berhenti setelah menabrak pohon berukuran besar yang berada di kiri jalan.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler