fbpx
Connect with us

Pendidikan

Sempat Ditolak Wali Murid, Proses Regrouping SD N 2 Tepus Akhirnya Tetap Diteruskan

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari, (pidjar.com)–Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan rencana regrouping SD N Tepus 2 yang terdampak pembangunan JJLS akan terus berlanjut. Sebelumnya, warga menolak adanya regrouping lantaran jarak menuju ke sekolah terdekat cukup jauh. Warga bahkan sempat menemui Komisi D DPRD Kabupaten Gunungkidul untuk mengadu perihal keberatan ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno, menyampaikan, pihaknya telah mendengar adanya penolakan dari warga terkait rencana regrouping SD N Tepus 2. Adapun hingga saat ini, SD N 2 Tepus tidak memiliki gedung sekolah lantaran bangunan sebelumnya terdampak pembangunan JJLS.

Meski demikian, Winarno menyebut bahwa pihaknya atas berbagai pertimbangan telah memutuskan untuk meneruskan proses regrouping tersebut. Ia menyampaikan, jika saat ini Surat Keputusan tentang regrouping SD N Tepus 2 telah turun.

Berita Lainnya  Gara-gara Zonasi, Mimpi Anak Pedagang Untuk Sekolah di SMK Negeri 1 Wonosari Pupus

“Surat Keputusannya sudah turun kemarin akhir bulan April, mau tidak mau ya harus diregrouping. Setelah pertemuan itu sebenarnya sudah turun, tapi belum sampai di sini,” ucapnya saat ditemui, Senin (30/05/2022).

Menyikapi sudah turunnya SK regrouping, ia menyampaikan jika pihaknya akan mencoba mengkomunikasikannya dengan warga setempat. Pendekatan sendiri dirasa perlu agar warga dapat memahami rencana regrouping yang akan dilakukan.

“Kami belum mengkomunikasikan dengan warga, karena ini sedang fokus penerimaan siswa baru itu. Tentu kami akan segera komunikasikan dengan warga,” imbuhnya.

Terkait tindak lanjut ataupun pelaksanaan teknis, ia menyerahkan ke Bidang Sekolah Dasar Disdik Gunungkidul yang menaunginya. Ia berharap rencana regrouping SD N Tepus 2 yang terdampak pembangunan JJLS tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran di sana.

Berita Lainnya  PSHW UMY Berhasil Tekuk Serpong City FC dalam Grup Liga 3 Nasional

“Semoga bisa berjalan dengan lancar untuk prosesnya sehingga anak-anak didik bisa belajar dengan tenang,” tutup Winarno.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler