Sosial
Sempat Minta Maaf Tertular Corona, Kepulangan Sunardi Disambut Hangat Warga
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Isak tangis warga Padukuhan Tawarsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari pecah saat menerima kedatangan Sunardi. Ia merupakan warga setempat yang sempat dirawat di RSUD Wonosari setelah dinyatakan positif Covid 19. Pada Selasa siang tadi, ia berjalan kaki dari ujung jalan kampung menuju rumahnya. Di sepanjang jalan, warga langsung menyambut Sunardi dengan tangisan serta sorakan syukur.
Sunardi sendiri diisolasi dan dirawat di RSUD Wonosari sejak Selasa (05/05/2020) silam. Hasil swab tenggorokannya menunjukkan ia positif mengidap Covid 19 dan kemudiam dievakuasi oleh petugas. Sejak saat itu, ia menjalani hari-harinya di sebuah ruangan isolasi di RSUD Wonosari. Pengecekan secara berkala pun ia terima hingga selama seminggu terakhir hingga akhirnya swab terakhir menunjukkan hasil negatif.
Pasca hasil swab negatif keluar, Selasa (12/05/2020) pagi tadi, Sunardi langsung diperbolehkan pulang. Dari RSUD Wonosari, ia kemudian menuju balai desa Wonosari, ia bersyukur atas kondisi yang sekarang ia alami. Selepas beberapa saat di balai desa, ia kemudian berjalan kaki menuju rumahnya. Tak henti-hentinya pria tersebut mengucap syukur.
Nampak dari kejauhan ia berjalan kaki, warga sekitar lingkungannya sudah berjajar di pinggir jalan. Isak tangis masyarakat pecah saat melihat Sunardi yang berjalan. Semakin dekat, suara tangisan pun semakin jelas terdengar. Beberapa warga juga bersorak menyambut kedatangan laki-laki itu.
Kemudian dia sujud syukur di tengah sejumlah orang itu. Masyarakat pun juga tak henti-hentinya mengucap syukur atas pulihnya Sunardi dari wabah ini.

“Dia (Sunardi) dinyatakan positif dan dikarantina di RSUD sejak tanggal 5 Mei 2020 lalu. Bersyukur dia sudah kembali dan dalam kondisi yang sehat,” kata salah seorang tokoh pemuda setempat, Roka.
Sejumlah warga pun mengutarakan dukungan mereka terhadap kesembuhan Sunardi. Meski sempat menderita penyakit yang cukup menggegerkan dunia ini, tidak ada niatan dari warga untuk mengucilkan atau mengecilkan hati pria rersebut. Justru mereka memberi dukungan semangat yang luar biasa dan menerima kembalinya Sunardi ke kehidupan masyarakat dengan senang hati.
Menurut Roka, Sunardi sempat mengutarakan permintaan maafnya kepada warga setempat atas kondisinya kala itu. Namun warga justru semakin menguatkan dirinya untuk tetap bangkit memberikan edukasi kepasa masyarakat. Pasalnya virus itu bukan lah sebuah hal yang dianggap aib dan penularannya pun tidak disengaja.
“Dukungan selalu kami berikan. Masyarakat sini berusaha semaksimal mungkin untuk tidak panik dan memberikan kekuatan semangat bagi pasien positif,”jelasnya.
Sebagaimana diketahui sejak adanya warga desa Wonosari terpapar virus ini kesadaran masyarakat kemudian meningkat. Warga pun berinisiatif dengan gotong-royong untuk memenuhi kebutuhan puluhan warga yabg harus melaksanakan isolasi mandiri.
Masyarakat sejak beberapa waktu terakhir membuat jadwal memasak untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang tengah melakukan karantina mandiri. Kebutuhan pangan mentah pun didapat dari donasi yang dibuka rekan-rekan relawan di Tawarsari. Banyak yang menyumbang makanan mentah, banyak pula yang menyumbang uang tunai.
“Kami buat jadwal PKK RT berapa yang masak, yang belanja uangnya berapa sejauh ini tercukupi ada yang warga bantu, ada dari organisasi sosial ngasih bantuan,” sambung Koordinator Posko Covid Tawarsari, Triyono.
Covid19 ini bagi warga memang harus diperangi bersama. Inisiatif warga untuk melaksanakan karantina mandiri menurutnya tanpa paksaan sama sekali.
“Semangat sembuh dan dukungan dari keluarga maupun lingkungan terus diberikan baik mereka yang melakukan karantina mandiri maupun yang positif. Kami sangat bersyukur sudah ada yang sembuh, dan bagi yang melakukan karantina juga terus diberikan dukungan,”tambahnya.
Di Tawarsari sendiri, satu orang dinyatakan positif yakni Sunardi itu dan sudah sembuh. Kemudian ada yang dilakukan rapid test oleh medis, hasilnya beberapa diantaranya menunjukkan non reaktif, bahkan sempat ada 4 yang reaktif kemudian setelah swab hasilnya negatif.
“Harapan besar kami mata rantai penyebaran Covid 19 di Tawarsari sudah putus. Sehingga semuanya bisa pulih, doa yang sama untuk wilayah Gunungkidul lainnya,” pungkas dia.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
