Pemerintahan
Rampungkan Koordinasi, Bantuan Sosial Tunai Kementrian Sosial Dijanjikan Cair Sebelum Lebaran
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemberian bantuan sosial maupun jaring pengaman sosial di Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini masih belum juga dieksekusi. Lambatnya penyaluran bantuan ini disebut disebabkan oleh proses birokrasi dalam penyesuaian dan regulasi yang terus berubah dari pemerintah pusat. Pemkab Gunungkidul sendiri menjanjikan, distribusi bantuan tunai untuk puluhan ribu kepala keluarga (KK) akan dicairkan sebelum hari raya Lebaran.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengungkapkan, saat ini pemerintah kabupaten Gunungkidul masih terus menyelesaikan proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial tunai (BST) yang bersumber dari APBN dan APBD Kabupaten Gunungkidul. Pihaknya merencanakan, penyaluran bantuan ini akan dilakukan oleh pemerintah sebelum lebaran. Koordinasi sendiri telah dilakukan pada Senin (11/05/2020) kemarin dan disepakati bantuan akan segera disalurkan.
“Sebelum lebaran akan dilakukan penyaluran bantuan dari pemerintah pusat,” kata Siwi Iriyanti, Selasa (12/05/2020).
Untuk skema penyaluran, pemerintah bakal menggandeng pihak PT Pos maupun bank-bank untuk memudahkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam mencairkan bantuan. Adapun selama ini, Pemkab Gunungkidul tengah berusaha menyelesaikan verifikasi data untuk bantuan yang berasal dari APBN terlebih dahulu. Kemudian setelah semuanya selesai baru kemudian dilanjutkan untuk pemberian bantuan dari APBD Gunungkidul.
Sebagaimana diketahui, untuk bantuan sosial tunai dari ABPN, Kabupaten Gunungkidul mendapatkan kuota sebanyak 44.123 KK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.446 KK telah dicairkan sejak beberapa waktu lalu. Sementara untuk 37.725 KK yang belum disalurkan, rencananya akan disalurkan sebelum lebaran melalui PT Pos. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar 600 ribu setiap bulannya. Penerima akan mendapatkan bantuan selama 3 bulan yakni untuk April, Mei, dan Juni 2020.

“Kita selesaikan dulu yang dari Kementerian Sosial, kemudian baru yang bersumber dari APBD Gunungkidul,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk jaring pengaman sosial yang bersumber dari APBD Gunungkidul, Pemkab Gunungkidul menggelontorkan anggaran sebesar 10,4 miliar rupiah. Ada beberapa kriteria yang mendapatkan bantuan tersebut yakni setelah diverifikasi ulang sekitar 4000 rumah tangga yang masuk kategori ODP, PDP, dan Pasien Positif. Selanjutnya 2960 miskin tercecer yang artinya mereka tidak terdaftar pada data terpadu kesejahteraan sosial dan untuk 11.300 lebih UMK dan pekerja informal.
“Untuk data kami sedang verifikasi dan validasi. Diharapkan memang ada kerjasama yang baik dari semua lini berkaitan dengan data tersebut, sehingga tidak ada yang dobel dalam penerimaan bantuan,” jelasnya.
“Terus mundur itu karena ada penyesuaian, harus jeli dalam pendataan. Yang masuk daftar PKH, BPNT (Sembako) dan pra kerja tidak ikutsertakan dalam daftar penerima,” tambah Siwi.
Adapun saat ini pemerintah tengah menyalurkan pula bantun Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT dengan perluasan penerima. Data yang ada, secara keseluruhan bantuan PKH dan BPNT menyasar 50.359 rumah tangga di Gunungkidul. Penyalurannya pun sudah mulai beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, Bansos dan JPS dari pemerintah memang terkesan mundur. Namun begitu masyarakat harus memahami karena ada aturan dan pemahaman yang banyak sehingga dalam penerapannya perlu lebih jeli lagi.
“Ini merupakan program kemanusiaan global, sebenarnya jika diakumulasikan jauh lebih banyak bantuan dari swasta karena kalau dari pemerintah tentu terbentur dengan aturan yang ada,” ucap Immawan.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
