fbpx
Connect with us

Peristiwa

Sengaja Datang Dini Hari, Sejumlah Calon Wisatawan Dihalau Polisi

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Meskipun pemerintah sudah mengumumkan bahwa seluruh objek wisata yang berada di Gunungkidul masih ditutup untuk sementara, namun pemberitahuan tersebut nampaknya belum cukup untuk membendung kunjungan calon wisatawan ke objek-objek wisata. Ribuan wisatawan khususnya setiap akhir pekan berdatangan ke Gunungkidul. Meski di sejumlah Pos TPR telah dilakukan penjagaan, namun ratusan wisatawan tetap bisa lolos dan berkunjung ke kawasan pantai selatan.

Selama ini, diidentifikasi perihal 2 cara wisatawan untuk masuk ke Gunungkidul. Selain memanfaatkan calo dengan melalui jalur tikus, calon wisatawan juga memanfaatkan kelengahan petugas penjagaan. Mereka datang saat malam atau dini hari agar lolos dari penjagaan.

Guna mengantisipasi datangnya wisatawan pada dini hari, Tim Gabungan dari Polres Gunungkidul beserta Polsek Playen melaksanakan operasi penyekatan. Operasi sendiri dilaksanakan pada dini hari tadi pukul 03.00 di Rest Area Bunder, Kapanewon Playen. Sejumlah calon wisatawan yang hendak masuk ke kawasan pantai sempat diminta untuk putar balik.

Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi, menuturkan, kegiatan operasi penyekatan tersebut menyasar para wisatawan yang akan berkunjung ke Gunungkidul pada dini hari. Selama ini, disinyalir memang cukup banyak wisatawan yang sengaja datang pada jam-jam tersebut guna mengakali penjagaan. Adapun operasi kali ini mulai dilaksanakan dini hari pada pukul 03.00 hingga 05.00 WIB di mana menjadi jam rawan bagi calon wisatawan untuk datang berkunjung.

“Penyekatan menyasar wwisatawan yang akan piknik di Gunungkidul dan sengaja datang pada dini hari,” papar Hajar.

Dalam operasi penyekatan tersebut, AKP Hajar Wahyudi menyampaikan jika sejumlah kendaraan sempat dihentikan untuk dimintai keterangan terkait tujuan ke Gunungkidul. Sejumlah kendaraan yang kedapatan akan berwisata langsung diminta putar balik dan tidak melanjutkan perjalanan ke Gunungkidul.

“Karena tempat wisata belum buka, harapannya untuk meminimalisir masuk dan berkembang covid19 dari luar Kabupaten Gunungkidul agar situasi kesehatan dapat lebih membaik,” tutur dia.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griavinto Sakti memaparkan, dalam operasi tersebut jajaran tim gabungan kepolisian berhasil memutar balikkan sebanyak 32 kendaraan. Adapun kendaraan yang paling mendominasi diputarbalikkan ialah mobil.

“Ada sebanyak 16 kendaraan roda empat, 14 kendaraan roda dua, 1 mobil travel, dan 1 bus yang kami minta putar balik dalam operasi tadi,” jelas Martinus.

Koordinator Tempat Pos Retribusi (TPR) Baron, Supardi, mengungkapkan jika kunjungan calon wisatawan yang melalui TPR Baron terpantau relatif sedikit dan belum mengalami peningkatan daripada sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut tak terlepas dari penjagaan yang dilakukan di Simpang Tiga Mulo oleh jajaran kepolisian.

“Tidak ada peningkatan sejak Simpang Tiga Mulo dijaga polisi. Namun begitu, sampai siang ini sudah sekitar 2.000 wisatawan yang kami putarbalikkan,” ungkap Supardi.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukomono, sebelumnya mengatakan jika seluruh objek wisata di Gunungkidul masih ditutup untuk sementara. Keputusan pembukaan objek wisata berada di pemerintah pusat. Kini, pihaknya beserta pengelola objek wisata sedang fokus dalam pengurusan syarat pembukaan seperti mendapatkan QR Code aplikasi PeduliLindungi dan sertifikat CHSE.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler