Connect with us

Pemerintahan

Serap Tenaga Kerja dan Hidupkan Kembali Gotong Royong, Pemerintah Gelontorkan Belasan Miliar Untuk Program Padat Karya

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan launching Program Padat Karya Tunai di Desa (PKTD). Program ini nantinya diproyeksikan bersumber dari Dana Desa 2018. Pada tahap awal ini terdapat 118 kegiatan yang akan menghabiskan dana belasan miliar rupiah. Sesuai dengan namanya, dalam program ini nantinya akan melibatkan masyarakat yang menjadi pekerja lapangan dalam proyek yang tengah digarap. Adanya PKTD ini diharapkan nantinya selain bisa memberdayakan masyarakat dengan menyerap lapangan kerja, juga menggerakan roda perekonomian di desa-desa melalui pembangunan yang dilakukan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Mayarakat, dan Desa (DP3AKBPMD) Kabupaten Gunungkidul, Sujoko mengatakan, untuk program ini, pihaknya telah mempersiapkan dana sebesar Rp 11.920.248.123. Dana tersebut nantinya terdiri dari Rp 7.604.603.623 untuk biaya material, alat dan operasional dalam pengerjaan proyek, sementara sisanya sebesar Rp 4.315.644.500 dianggarkan untuk upah tenaga kerja.

Berita Lainnya  Kursi Pejabat Lowong, Pemkab Segera Lakukan Lelang Terbuka Untuk 2 Posisi Jabatan Kepala Dinas

"Dana tersebut akan di sebar ke 18 kecamatan yang ada di Gunungkidul. Tenaga kerja yang diserap berasal dari masyarakat setempat, jadi ini juga adalah pemberdayaan," kata Sujoko, Selasa (08/05/2018).

Ditambahkan Sujoko, PKTD sendiri merupakan rangkaian dalam kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV tingkat Kabupaten Gunungkidul. Sehingga nantinya dengan program tersebut dapat memberdayakan masyarakat. Selain itu juga termasuk dalam upaya pemerintah dalam melestarikan nilai gotong royong yang selama ini telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Gotong royong adalah kearifan lokal yang sangat sesuai dengan budaya Bangsa Indonesia, harus dilestarikan sekaligus juga menyerap lapangan kerja untuk masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah menambahkan, gotong royong adalah ciri khas budaya lokal masyarakat Jawa yang mengandung nilai-nilai luhur. Gotong royong juga menjadi kekuatan dan modal dasar yang sangat besar arti dan manfaatnya bagi perjalanan pembangunan di wilayah Gunungkidul.

Berita Lainnya  Aturan Anyar PPDB SMP Mulai Diterapkan, Dinas Jamin Tak Akan Ada Manipulasi Kartu Keluarga

"Gotong-royong mengedepankan moto bahwa seberat apapun pekerjaan, akan lebih ringan apabila dikerjakan dalam kebersamaan," imbuh Bupati.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, sayang apabila potensi dan modal dasar yang demikian bernilai tersebut, sampai luntur dan tidak lagi menjadi perilaku hidup masyarakat kita. Warga Gunungkidul yang selama ini dikenal dengan kekuatan swadayanya melalui gerakan gotong-royong, hendaknya merasa turut bertanggung-jawab untuk melestarikan semangat dan budaya gotong-royong di tengah masyarakat.

"Bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, gorong-royong juga menjadi aset budaya yang akan terus menyemangati setiap program pembangunan yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Kesadaran warga masyarakat untuk berpartisipasidalam pembangunan melalui aktivitas gorong-royong, telah menjadi unsur yang mempengaruhi tingkat keberhasilan pembangunan di Gunungkidul selama ini," pungkas dia.

Berita Lainnya  Pemerintah Siapkan Ratusan Juta Untuk Pembangunan Jambanisasi

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler