fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Tingkatkan Kualitas Keluarga, Padukuhan Ngalang Ombo Ditetapkan Sebagai Kampung KB

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menetapkan Padukuhan Ngalang Ombo, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu sebagai Kampung Keluarga Bencana (KB). Secara langsung Bupati Gunungkidul Badingah, melakukan peresmian penetapan Padukuhan Ngalang Ombo sebagai Kampung KB pada Selasa (29/02/2018) siang kemarin. Diharapkan dengan penetapan ini, nantinya masyarakat Desa Dadapayu khususnya Padukuhan Ngalang Ombo bisa menerapkan perencanaan keluarga sehingga bermuara pada pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Bupati Badingah mengatakan, keluarga berencana tidak hanya dimaknai sebagai upaya pengendalian kelahiran semata. Namun program ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran setiap keluarga agar memiliki dukungan sosial budaya, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang memadai agar hidup lebih sejahtera.

"Kampung KB dibentuk sebagai salah satu upaya penguatan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluara (KKBPK). Dengan adanya Kampung KB ini diharapkan bisa menjadi pusat integrasi berbagai program pemerintah," ujarnya.

Bupati melanjutkan, apabila memiliki sebuah keluarga yang berkualitas, baik dari segi jumlah maupun pola kehidupan, maka dapat menciptakan masyarakat yang berkualitas pula. Sehingga melalui kegiatan kampung KB ini masyarakat bisa terpacu untuk meningkatkan peran dalam mengatasi segala macam permasalahan penduduk.

"Keikutsertaan masyarakat dalam menyukseskan program ini harus didorong agar kegiatan prioritas pembangunan dapat terimplementasikan. Sehingga manfaatnya bisa secara langsung dirasakan oleh masyarakat," jelas Badingah.

Seperti yang diketahui, pencanangan Kampung KB merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Mendagri berkenaan dengan dukungan dalam mensukseskan pembentukan Kampung KB di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Kegiatan Kampung KB ini diperintahkan agar manfaat program KB dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat terutama yang berada di wilayah miskin, padat penduduk dan desa tertinggal.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler