fbpx
Connect with us

Sosial

Serba-serbi Pelantikan Anggota DPRD Gunungkidul, Dari Potong Alis Hingga Nadzar Jalan Kaki

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Suasana meriah tidak hanya terjadi di dalam gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul dalam acara Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan Anggota DPRD Gunungkidul Periode 2019-2024. Di luar gedung wakil rakyat itu, sejumlah massa pendukung juga menggelar kegiatan yang tak kalah meriah. Sejumlah orang melakukan aksi potong gundul, hingga memangkas alisnya.

Agus Duplong (41) warga Padukuhan Kajar III, Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari adalah salah seorang pendukung yang melakukan aksi potong alis. Ia mengaku merupakan pendukung setia Suharno yang terpilih melalui partai Nasdem dalam Pemilu 2019 kemarin. Sejak awal, ia memiliki nadzar untuk cukur gundul di depan gedung DPRD Gunungkidul apabila Suharno terpilih kembali menjadi anggota dewan.

“Saya pendukung setia pak Harno dan mas Rian. Sudah sejak dulu ketika pak Harno jadi (terpilih jadi anggota dewan) saya cukur gundul,” ujar di sela-sela cukur rambut.

Bahkan, saking senangnya, Agus turut mencukur rambut di kedua alisnya. Menurutnya, apa yang dilakukan ini sebagai wujud syukur serta harapan yang besar agar Suharno dan Rian Eko Wibowo mampu mengemban amanah yang telah diberikan.

Berita Lainnya  Api Pembakaran Sampah Sambar Jerami, Kakek 75 Tahun Nyaris Terbakar

“Doa kita agar pak Harno mampu bekerja maksimal dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.

Pantauan di lapangan, tidak hanya Agus saja yang melakukan cukur gundul, beberapa relawan dari Partai Nasdem yang memang cukup dominan dalam acara ini, turut melakukan hal serupa.

Bahkan usai pelantikan, Suharno mencukur gundul salah seorang relawan yang memiliki rambut panjang. Aksi potong rambut kepada relawan itu juga dilakukan oleh Rian yang merupakan anak dari Suharno.

Tak hanya pendukung Suharno saja, salah satu relawan asal Baleharjo, Wiwit Supriyanto (36) juga ingin melakukan nadzarnya dengan berlari dari komplek DPRD Gunungkidul menuju Banaran, Kecamatan Playen. Wiwit sendiri diketahui merupakan pendukung dari anggota dewan terlantik partai Gerindra, Rida Mustofa.

“Saya hanya teman satu alumni saja, ini bentuk dukungan saya,” terang dia.

Ia mengaku, selama ini telah melakukan persiapan dengan lari-lari ringan. Namun dirinnya mengaku siap menjalankan apa yang telah ia janjikan itu meski kondisi tubuhnya kurang mendukung.

“Tentu berat, dengan tubuh gendut ini lari sekitar 10 kilometer, tapi saya harus kuat,” ucap dia.

Sementara itu, anggota dewan terlantik, Suharno mengatakan, nadzar yang dilakukan ini merupakan bentuk syukur yang para pendukungnya. Bahkan dirinya juga menepati nadzarnya dengan berjalan kaki untuk pulang ke rumah usai pelantikan.

Berita Lainnya  Ditambah Beragam Fasilitas, Taman Kota Wonosari Akan Makin Ramah Anak

“Semoga ini menjadi penyemangat saya dalam mengemban amanah yang telah diberikan,” kata dia.

Harno dan Rian kemudian menanggalkan sepatu kulit warna hitam usai pelantikan. Tim pendukung kemudian menyiapkan sepatu olahraga untuk dikenakan.

Dalam perjalanannya, Rian dan Harno diarak oleh puluhan pendukungnya. Selama perjalanan, teriakan yel-yel serta dukungan selalu dilontarkan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah berharap usai pelantikan ini, ada sinergitas antara legislatif dan eksekutif. Sehingga dengan adanya keselarasan antar kedua institusi ini, mampu membuat Gunungkidul lebih maju dan berdaya saing.

“Selamat kepada yang terlantik hari ini. Semoga kita dapat bekerja untuk bersama-sama membangun Gunungkidul,” terang dia.

Sebagai informasi, pelantikan dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB. Sebanyak 45 anggota dewan terlantik seluruhnya hadir dan mengikuti proses pelantikan. Tidak banyak aktifitas di dalam ruang pelantikan yang dapat diketahui lantaran adanya pembatasan jumlah awak media yang diperbolehkan masuk.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler