fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Setahun Tinggal di Bangunan Bekas SD, Korban Longsor Blembem Akhirnya Tempati Rumah Baru

Diterbitkan

pada

BDG

Semin,(pidjar.com)— Setahun berlalu kejadian tragis di Padukuhan Blembem, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin. Dimana pada saat itu, pagi-pagi buta tebing di wilayah tersebut tiba-tiba longsor dan menimbun sejumlah rumah warga. Mirisnya lagi, ada ibu dan anak yang tertimbun material longsor. Sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) akhirnya diungsikan dan menempati bangunan bekas Sekolah Dasar di wilayah tersebut. Selama satu tahun para warga ini menempati bangunan tersebut sembari menunggu relokasi dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Akhirnya, 14 Desember 2023 kemarin para keluarga bencana tanah longsor ini bisa menempati hunian yang layak. Rumah bantuan dari pemerintah telah selesai pembangunannya dan siap dihuni oleh keluarga mereka. Peresmian rumah tersebut pun dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta bersama dengan jajaran pejabat lainnya di lingkup Pemkab Gunungkidul.

Berita Lainnya  Terpilih Jadi Kepala Desa, Ketua DPC Perindo Gunungkidul Mundur Dari Jabatannya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengungkapkan, pasca terjadinya tanah longsor pada bulan Desember 2022 lalu pihaknya bersama dengan lintas sektoral lainnya berkoordinasi untuk penanganan dampak bencana. Baik penanganan di lokasi kejadian serta jangka panjang yaitu berkaitan dengan penyediaan hunian bagi keluarga korban bencana. Hingga pada akhirnya tercetus mengenai relokasi rumah bagi korban bencana tersebut.

Selama beberapa bulan pemerintah berproses mencari lahan yang aman untuk dijadikan lokasi relokasi, tentunya juga disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. Selama setahun pasca kejadian tragis yang menewaskan ibu dan anak itu, korban tanah longsor harus menempati bangunan bekas sekolah dengan fasilitas yang minim. Desember ini, pemerintah telah menyelesaikan 6 unit rumah relokasi di Padukuhan Blembem.

“Ada 6 unit rumah untuk korban longsor di Padukuhan Blembem yang kami bangun,”kata Irawan Jatmiko.

Berita Lainnya  Antisipasi Masuknya Virus Corona, Pemerintah Siagakan Tenaga Medis dan Siapkan 2 RS Rujukan

Selain pemerintah, bantuan untuk rumah warga terdampak longsor ini pun juga mendapatkan sokongan dari Pemerintah Kelurahan, maupun Paguyuban Ikatan Keluarga Candirejo, Kapanewon Semin.

“Pembangunan rumah relokasi korban gempa ini juga mendapat bantuan dari Ikatan Keluarga Candirejo (IKC) serta sumber dana dari donatur hasil pengumpulan saat bencana. Kerjasama yang luar biasa baik dari masyarakat, paguyuban, pemerintah kalurahan dan Pemkab Gunungkidul,” paparnya.

Saat ini, keluarga korban bencana tanah longsor dapat menikmati dan menghuni rumah yang layak, nyaman, dan aman dari potensi bencana tanah longsor.

“Harapan kami semoga memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga yang tinggal di rumah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, DPUPRKP Gunungkidul, Nurgiyanto mengatakan tahun 2023 ini ada 12 unit rumah yang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dari jumlah tersebut diantaranya 6 unit untuk korban bencana tanah longsor di Padukuhan Blembem dengan anggaran per unit sebesar Rp 50 juta.

Berita Lainnya  Rencana Revisi RTRW, 2 Lokasi Mencakup 4 Kapanewon Jadi Kawasan Industri

Kemudian ada relokasi maupun perbaikan di beberapa titik yaitu sebanyak 3 unit di padukuhan Suru, Kalurahan Kampung Kapanewon Ngawen; 1 unit di Padukuhan Hargomulyo, Gedangsari; 1 unit di Padukuhan Sawur, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong; dan satu unit di Padukuhan Pucung, Kalurahan Semin.

“Total anggaran untuk pembangunan dan rehab rumah warga pada tahun ini sebesar Rp 480 juta. Semuanya sudah
terealisasikan,” terang Nurgiyanto.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler