fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Siaga Darurat Kekeringan di Gunungkidul Bakal Diperpanjang

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Status siaga darurat kekeringan di Gunungkidul bakal diperpanjang. Hal itu menyusul masih banyaknya wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Direncanakan status siaga darurat kekeringan diperpanjang hingga 30 November 2023 mendatang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sumadi, membenarkan akan diperpanjangnya status siaga darurat kekeringan di Gunungkidul tersebut. Saat ini pihaknya tengah menyusun draft perpanjangan status siaga kekeringan yang selanjutnya akan diserahkan ke bagian hukum Pemkab Gunungkidul.

“Ini dalam proses melalukan perpanjangan, rencanya perpanjangan akan berlangsung mulai 1 Oktober hingga 30 November 2023 mendatang. Sekarang baru pengajuan draft ke Pemkab Gunungkidul,” ujar Sumadi, Senin (01/10/2023).

Diakuinya saat ini masih banyak wilayah yang terdampak kekeringan dan perlu dilakukan penanganan. Adapun pada tahun ini pihaknya menyediakan bantuan droping air bersih sebanyak 1.000 tangki, saat ini disebutnya sudah 454 tangki disalurkan ke wilayah yang membutuhkan air.

“Untuk jumlah Kapanewon sudah ada 11 yang didroping air bersih, jumlah itu masih ditambah dari pihak swasta sebanyak 106 tangki,” sambungnya.

Berita Lainnya  Bendungan Dibangun, Pemdes Playen Akan Segera Kembangkan Sentra Penanaman Bawang Putih

Terkait ketersediaan bantuan air bersih, ia memastikan jika tidak ada masalah. Menurutnya, ketersediaan kuota bantuan droping air bersih masih mencukupi hingga datangnya musim penghujan yang diperkirakan pada pertengahan bulan November mendatang. Ketika nantinya mengalami kekurangan, pihaknya masih dapat mengakses anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkab Gunungkidul untuk menangani kekeringan.

“Untuk ketersediaan posisinya masih akan, kami belum mengajukan anggaran tambahan ke BTT karena persediaannya masih. Nanti kalau habis baru kita ajukan,” ungkapnya.

“Permintaan droping masih terus masuk, terbaru dari Kapanewon Nglipar dan Kapanewon Girisubo,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler