fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sistem Baru di Musim Kering Tahun Ini, Kapanewon Tidak Boleh Droping Air Sendiri

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul telah bersiap untuk menghadapi musim kemarau pada 2020 ini. BPBD sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 700 juta dan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kapanewon. Masing-masing kapanewon telah dimintai data terkait dengan wilayah yang rawan kekeringan.

“Penyaluran air bersih untuk wilayah yang berpotensi kekeringan juga sudah disiapkan, ada sistem berbeda yang diterapkan pada penyaluran kali ini,” jelasnya, Minggu (28/06/2020).

Menurutnya, tahun ini pemerintah kapanewon tidak diperkenankan menyalurkan bantuan air secara mandiri. Sebab kali ini mereka harus menggandeng pihak ketiga dalam prosesnya.

Berita Lainnya  Enam Kapanewon Sudah Laporkan Terdampak Kekeringan, Dropping Air Pemerintah Belum Bisa Dilakukan

“Tahun sebelumnya kapanewon yang membutuhkan bisa mendistribusikan air bersih dengan tangki pengangkut sendiri. Sekarang sudah tidak bisa,” kata Edy.

Tiap kapanewon pun perlu menyiapkan anggaran sendiri untuk distribusi air bersih. Meskipun demikian, Edy mengaku tidak tahu berapa besarannya, sebab anggaran tersebut diatur masing-masing kapanewon.

“Anggarannya Rp. 700 juta, tapi anggaran ini belum termasuk anggaran dropping untuk tiap kapanewon,” jelasnya.

Terpisah, Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp 90 juta untuk kegiatan dropping air. Rencananya penyaluran air bersih akan dimulai pada Juli mendatang.

Ia pun turut membenarkan bahwa kali ini pihaknya sudah tidak bisa lagi melaksanakan dropping air secara mandiri. Alhasil, tangki pengangkut air yang dimiliki kapanewon pun tidak bisa dioperasikan.

Berita Lainnya  Serapan Anggaran Rendah, Tiga OPD Kena Semprit

“Sesuai kebijakan baru, kami wajib menggandeng pihak ketiga untuk kegiatan droping air tersebut,” tutup dia.

Seperti yang diketahui sebelumnya, anggaran droping air pada 2019 sebesar Rp. 500juta. Namun demikian jumlah ini kurang, sehingga BPBD mengandalkan organisasi sosial untuk melakukan droping.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler