Connect with us

Pemerintahan

Sistem Baru di Musim Kering Tahun Ini, Kapanewon Tidak Boleh Droping Air Sendiri

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul telah bersiap untuk menghadapi musim kemarau pada 2020 ini. BPBD sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 700 juta dan melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kapanewon. Masing-masing kapanewon telah dimintai data terkait dengan wilayah yang rawan kekeringan.

“Penyaluran air bersih untuk wilayah yang berpotensi kekeringan juga sudah disiapkan, ada sistem berbeda yang diterapkan pada penyaluran kali ini,” jelasnya, Minggu (28/06/2020).

Menurutnya, tahun ini pemerintah kapanewon tidak diperkenankan menyalurkan bantuan air secara mandiri. Sebab kali ini mereka harus menggandeng pihak ketiga dalam prosesnya.

Berita Lainnya  Cakupan Kepesertaan Capai 99,40 Persen, Gunungkidul Terima Penghargaan UHC

“Tahun sebelumnya kapanewon yang membutuhkan bisa mendistribusikan air bersih dengan tangki pengangkut sendiri. Sekarang sudah tidak bisa,” kata Edy.

Tiap kapanewon pun perlu menyiapkan anggaran sendiri untuk distribusi air bersih. Meskipun demikian, Edy mengaku tidak tahu berapa besarannya, sebab anggaran tersebut diatur masing-masing kapanewon.

“Anggarannya Rp. 700 juta, tapi anggaran ini belum termasuk anggaran dropping untuk tiap kapanewon,” jelasnya.

Terpisah, Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp 90 juta untuk kegiatan dropping air. Rencananya penyaluran air bersih akan dimulai pada Juli mendatang.

Ia pun turut membenarkan bahwa kali ini pihaknya sudah tidak bisa lagi melaksanakan dropping air secara mandiri. Alhasil, tangki pengangkut air yang dimiliki kapanewon pun tidak bisa dioperasikan.

Berita Lainnya  Tanggulangi Kekeringan, Dinsos Turut Salurkan Ratusan Tangki Air Bersih

“Sesuai kebijakan baru, kami wajib menggandeng pihak ketiga untuk kegiatan droping air tersebut,” tutup dia.

Seperti yang diketahui sebelumnya, anggaran droping air pada 2019 sebesar Rp. 500juta. Namun demikian jumlah ini kurang, sehingga BPBD mengandalkan organisasi sosial untuk melakukan droping.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler