Pendidikan
Skema Sekolah Kejuruan Berikan Pembelajaran Produktif di Masa Pembelajaran Daring
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pembelajaran daring bagi siswa-siswi SMK teknik memang cukup rumit. Pasalnya sekolah kejuruan ini terdapat pembelajaran produktif yang mengharuskan siswanya belajar kompetensi dengan praktek. Dengan diterapkannya program belajar secara onlie atau dari tentu ada kendala yang dihadapi.
Sekolah-sekolah dengan kejuruan sekarang ini harus berpikir kreatif, bagaimana pembelajaran dan praktek juga dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya.
Kepala Urusan Kurikulum SMKN 2 Wonosari Bekti Yahrini mengatakan, bagi siswa SMK teknik memang cukup berat. Hal ini lantaran para siswa tidak memiliki alat di rumah. Kecuali bagi siswa jurusan multimedia atau arsitek.
“Strategi kami, sebelum awal tahun pelajaran itu, kami melakukan analisis Kompetensi Dasar, dipetakan mana yang bisa dilakukan secara daring,” ucap Bekti, Kamis (27/08/2020).
Kemudian untuk kompetensi dasar keterampilan akan digeser ke semester genap. Pihak sekolah sendiri berharap semester genap tahun ini, pembelajaran dengan tatap muka sudah bisa dilangsungkan.

“Untuk pembelajaran jaring produktif saat ini, teman-temab guru menyiapkan media pembelajaran softfile word, pdf, video,” jelas dia.
Sedangkan untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) kelas XII dipastikan ditiadakan. Tentu saja bagi pelajar SMK, PKL ini merupakan praktik wajib untuk mempersiapkan kerja setelah lulus.
“Awalnya kami jadwalkan bergilir untuk mengerjakan project yang sudah disediakan sekolah, namun tidak bisa karena surat edaran perpanjangan belajar di rumah selama masa pandemi ini,” kata Bekti
Terpisah, Kepala Jurusan Elektronika Industri, SMKN 2 Wonosari, Edi Haryono melalui daring selalu mematik para siswanya untuk kreatif. Terlebih bagi siswa yang dijadwalkan PKL namun tidak bisa berlangsung.
“Siswa kelas XII yang harusnya PKL akhirnya kami minta untuk mengajukan proposal karya, dan membuat karya secara berkelompok di rumah,” papar Edi.
Alhasil, baru-baru ini siswanya sukses membuat alat cuci tangan dengan menggunakan sensor. Sejak awal siswanya mandiri melaksanakan berbagai macam riset sederhana.
“Kami cuma dampingi secara online, mereka sendiri yang mengembangkan kreatifitas,”imbuhnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Sangkin mengatakan belum ada skema jelas yang berkaitan dengan pembelajaran produktif dalam jaringan bagi siswa SMK. Tatap muka tetap tidak bisa dilakukan sebagaimana mestinya
“Kami meminta guru ya semaksimalnya untuk menyampaikan materi,” tandas Sangkin.
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Kriminal2 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa1 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial7 hari yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Peristiwa3 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan3 hari yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Peristiwa1 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
