fbpx
Connect with us

Pendidikan

Skema Sekolah Kejuruan Berikan Pembelajaran Produktif di Masa Pembelajaran Daring

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pembelajaran daring bagi siswa-siswi SMK teknik memang cukup rumit. Pasalnya sekolah kejuruan ini terdapat pembelajaran produktif yang mengharuskan siswanya belajar kompetensi dengan praktek. Dengan diterapkannya program belajar secara onlie atau dari tentu ada kendala yang dihadapi.

Sekolah-sekolah dengan kejuruan sekarang ini harus berpikir kreatif, bagaimana pembelajaran dan praktek juga dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya.

Kepala Urusan Kurikulum SMKN 2 Wonosari Bekti Yahrini mengatakan, bagi siswa SMK teknik memang cukup berat. Hal ini lantaran para siswa tidak memiliki alat di rumah. Kecuali bagi siswa jurusan multimedia atau arsitek.

“Strategi kami, sebelum awal tahun pelajaran itu, kami melakukan analisis Kompetensi Dasar, dipetakan mana yang bisa dilakukan secara daring,” ucap Bekti, Kamis (27/08/2020).

Kemudian untuk kompetensi dasar keterampilan akan digeser ke semester genap. Pihak sekolah sendiri berharap semester genap tahun ini, pembelajaran dengan tatap muka sudah bisa dilangsungkan.

“Untuk pembelajaran jaring produktif saat ini, teman-temab guru menyiapkan media pembelajaran softfile word, pdf, video,” jelas dia.

Sedangkan untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) kelas XII dipastikan ditiadakan. Tentu saja bagi pelajar SMK, PKL ini merupakan praktik wajib untuk mempersiapkan kerja setelah lulus.

“Awalnya kami jadwalkan bergilir untuk mengerjakan project yang sudah disediakan sekolah, namun tidak bisa karena surat edaran perpanjangan belajar di rumah selama masa pandemi ini,” kata Bekti

Terpisah, Kepala Jurusan Elektronika Industri, SMKN 2 Wonosari, Edi Haryono melalui daring selalu mematik para siswanya untuk kreatif. Terlebih bagi siswa yang dijadwalkan PKL namun tidak bisa berlangsung.

“Siswa kelas XII yang harusnya PKL akhirnya kami minta untuk mengajukan proposal karya, dan membuat karya secara berkelompok di rumah,” papar Edi.

Alhasil, baru-baru ini siswanya sukses membuat alat cuci tangan dengan menggunakan sensor. Sejak awal siswanya mandiri melaksanakan berbagai macam riset sederhana.

“Kami cuma dampingi secara online, mereka sendiri yang mengembangkan kreatifitas,”imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Sangkin mengatakan belum ada skema jelas yang berkaitan dengan pembelajaran produktif dalam jaringan bagi siswa SMK. Tatap muka tetap tidak bisa dilakukan sebagaimana mestinya

“Kami meminta guru ya semaksimalnya untuk menyampaikan materi,” tandas Sangkin.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler