fbpx
Connect with us

Info Ringan

Mengenal Sleep Apnea si Penyakit Tidur Yang Mematikan

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Orang yang menderita apnea tidur tidak akan menyadari bahwa ia mengalami gangguan ketika tidur atau pun gejala yang muncul saat dia terjaga. Sleep Apnea adalah gangguan tidur yang mengganggu pernafasan seseorang saat tidur. Kondisi ini merupakan penyakit serius terutama jika tidak diobati, karena dapat menyebabkan seseorang berhenti bernafas. Saat mengalami apnea tidur, otak yang kekurangan oksigen bisa membangunkan Anda dengan tujuan membuka kembali saluran pernapasan dan Anda bisa bernapas kembali. Anda akan terbangun dengan setengah sadar atau sadar sepenuhnya.

Apnea tidur terbagi dalam tiga jenis, yaitu apnea tidur obstruktif, sentral, dan kompleks. Apnea tidur obstruktif adalah jenis yang paling umum terjadi, di mana otot tenggorokan mengendur. Sedangkan apnea tidur sentral terjadi ketika otak tidak mengirim sinyal dengan baik pada otot yang mengatur pernapasan. Sementara itu, apnea tidur kompleks merupakan kombinasi dari apnea tidur sentral dan obstruktif. Gejala apnea tidur bisa dialami pada usia berapa pun, meski umumnya diderita pria lansia atau orang dengan berat badan berlebih (obesitas). Kondisi ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya bahwa pernapasannya terganggu saat tidur.

Biasanya Anda tidak akan mengingat jika tidur Anda mengalami gangguan. Gangguan ini akan membuat tubuh merasa lelah pada siang harinya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang mungkin Anda alami ketika tertidur yaitu:

  1. Mendengkur dengan keras
  2. Sering mengalami henti napas dan kemudian terengah-engah
  3. Bernapas dengan berat dan berisik.Kesulitan tidur di malam hari atau insomnia
  4. Bangun dengan mulut kering atau tenggorokan serak.
  5. Pusing saat pagi hari.
  6. Mengantuk saat pagi hari.
  7. Berkeringat secara berlebihan di malam hari.
  8. Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil.
  9. Mudah marah.
  10. Penurunan gairah seksual atau disfungsi ereksi pada pria
Berita Lainnya  Tujuh Jenis Protein Dan Fungsinya Bagi Tubuh

Akibat dari sleep apnea, oksigen akan berulangkali turun naik, dan efek pada jantung tak bisa diremehkan. Alhasil, denyut jantung menjadi pelan dan berubah menjadi cepat saat tidur.  Artikel Laryngoscope di tahun 2013 menyatakan bahwa mendengkur lebih berbahaya bagi jantung dibanding kolesterol tinggi dan kebiasaan merokok. Jika Anda adalah pendengkur, maka harus diperiksakan tidurnya di laboratorium.

Ada berbagai jenis pengobatan untuk apnea tidur. Untuk penderita apnea ringan, Anda hanya perlu menghindari alkohol dan obat penenang, hindari makan dan olahraga sebelum tidur.

Pengobatan Sleep Apnea

Pengobatan apnea tidur dilakukan berdasarkan kondisi dan tingkat keparahan yang dialami. Untuk apnea tidur yang ringan, penanganan yang dianjurkan adalah dengan mengubah gaya hidup seperti:

  1. Menghindari obat-obatan penenang dan obat tidur.
  2. Menurunkan berat badan jika Anda mengalami kelebihan berat badan.
  3. Menghindari tidur terlentang. Usahakan untuk tidur dengan posisi miring.
  4. Berhenti merokok bagi yang memiliki kebiasaan merokok.
  5. Membatasi konsumsi minuman keras atau alkohol, terutama pada waktu sebelum tidur.

Jika cara tersebut belum dapat mengatasi gejala atau ternyata apnea tidur yang dialami merupakan tingkat sedang hingga parah, maka diperlukan terapi dengan menggunakan beberapa alat, di antaranya:

CPAP (Continuous Positive Airway Pressure)

CPAP (Continuous Positive Airway Pressure)

CPAP adalah alat untuk meniupkan udara bertekanan positif ke dalam hidung saja atau ke dalam hidung dan mulut. Udara bertekanan positif ini akan mencegah tenggorokan menutup dan meredakan gejala-gejala yang muncul akibat apnea tidur. Beberapa efek samping dari teknik pengobatan ini meliputi hidung tersumbat, hidung berair atau iritasi, sakit kepala, sakit telinga, hingga perut kembung.

Berita Lainnya  Sebagian Wilayah Gunungkidul Diperkirakan Dilanda Hujan Lebat dan Petir 4 Hari ke Depan, Ini Himbauan Pemerintah

BiPAP (bilevel positive airway pressure)

Alat ini membuat tekanan udara saat menarik napas menjadi lebih tinggi, lalu tekanan tersebut diturunkan saat napas dikeluarkan. Tujuannya adalah untuk membantu penderita apnea tidur sentral yang mengalami pola pernapasan yang lemah.

MAD (Mandibular Advancement Device)

Alat ini didesain untuk menahan rahang dan lidah untuk mencegah penyempitan pada saluran pernapasan yang menyebabkan seseorang mendengkur. Alat ini dipakai di atas gigi saat penderita sedang tidur. Alat ini bisa digunakan bagi orang yang tidak bisa menggunakan alat CPAP, meski tidak dianjurkan untuk penderita apena tidur yang parah.

ASV (adaptive servio-ventrilation)

ASV (adaptive servio-ventrilation)

Alat yang terkomputerisasi ini merekam pola pernapasan dan dapat membuat pernapasan menjadi normal ketika tidur dengan memberi tekanan pada saluran udara.

Pemakaian Oksigen Tambahan

Berbagai alat yang dapat menyalurkan oksigen ke paru-paru sudah banyak tersedia. Penggunaan alat ini dapat membantu penderita apnea tidur, khususnya apnea tidur sentral.

Sejumlah terapi untuk kondisi medis yang terkait dengan apnea tidur juga dapat dilakukan, misalnya untuk gagal jantung atau gangguan neuromuscular. Dengan mengobati gangguan medis tersebut, maka apnea tidur diharapkan dapat hilang.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler