Pemerintahan
Dua Pegawainya Terlibat Kasus Pencabulan, Kemenag Gunungkidul Akan Lakukan Evaluasi Mendalam
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul merasa tercoreng dengan adanya kasus pencabulan yang melibatkan PNS di lingkupnya. Hal tersebut tentu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki moral setiap pegawainya agar nantinya kejadian semacam ini tak terjadi lagi. Sebagai informasi, dalam beberapa waktu terakhir ini, ada 2 pegawai berstatus PNS Kementrian Agama Gunungkidul yang terjerat kasus pencabulan. Kedua oknum tersebut telah dijebloskan ke penjara.
Dua kasus tersebut adalah yang pertama adalah yang menyeret W, warga Kecamatan Wonosari yang mencabuli salah seorang siswinya. Untuk kasus W sendiri saat ini sudah menyelesaikan proses persidangan di level Pengadilan Negeri Wonosari. Sementara yang terakhir adalah kasus yang melibatkan Sum, warga Kecamatan Semin. Sum sendiri diduga mencabuli anak tirinya sejak beberapa tahun terakhir hingga korban mengalami depresi berat. Pelaku yang telah ditetapkan tersangka saat ini ditahan di Mapolres Gunungkidul.
Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul Aidi Johansyah mengatakan, pihaknya merasa tercoreng dengan adanya kasus amoral yang dilakukan oleh pegawai di lingkupnya. Bahkan menurutnya, perilaku tak terpuji itu banyak dilakukan oleh para pegawai selama beberapa tahun terakhir.
“Tahun 2018 ada, sekarang juga ada pendidik yang tersandung kasus tersebut (pencabulan). Jelas mencoreng (Kemenag),” ujar Aidi kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang agama dan menjadi pelopor masyarakat, tentu sejumlah kasus yang ada akan menjadi bahan evaluasi mendalam pihaknya. Dalam hal ini jajarannya menekankan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan segala tindakan terlebih jangan sampai melakukan tindakan asusila.

“Evaluasi yang dilakukan selalu ada, terlebih untuk pemahaman, setiap Kamis ada pembinaan rohani. Kita kan sebagai lembaga yang bergerak di agama istilahnya,” sambung Aidi.
Langkah lain yang akan ditempuh yakni pihaknya akan melakukan tes psikologi kepada para pegawai. Hal itu untuk mengantisipasi adanya perilaku menyimpang yang nantinya dapat merugikan orang lain.
“Sekarang belum ada tes psikologi, tapi ke depan akan kita lakukan,” kata Aidi.
Disinggung mengenai sanksi yang diberikan kepada pegawai yang melakukan pelanggaran, pihaknya tidak bisa bertindak tegas secara sepihak. Pihaknya masih akan tetap menunggu keputusan hukum dari pengadilan.
“Sanksi yang kita berikan sebatas pemberhentian sementara. Tapi nanti kalau sudah ada putusan hakim dan bersalah tentu akan kita lakukan pemecatan,” kata dia.
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Kriminal1 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa5 hari yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 hari yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Peristiwa3 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized2 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Pemerintahan20 jam yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa3 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized3 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
