Politik
Suhu Politik Makin Memanas, Roy Suryo Ajak Masyarakat Gunungkidul Tetap Kedepankan Persatuan dan Kesatuan
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mendekati bulan April 2019 di mana akan diadakan pesta demokrasi, suhu politik di sejumlah daerah di Indonesia terus memanas. Aroma persaingan terasa semakin kental dirasakan untuk menarik simpati masyarakat dan untuk mendapatkan suara dalam pemilihan anggota legislatif maupun presiden. Berbagai upaya juga terus dilakukan oleh semua lini untuk meredam polemik yang menyebar di masyarakat.
Hadirnya Pemilu serta Pilpres 2019 ini disebut oleh anggota DPR RI, Roy Suryo sebagai ujian untuk masyarakat. Meski mengajak masyarakat untuk melek politik, namun Roy juga menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan adalah yang utama. Harus diakui, hingga beberapa waktu mendatang, memanasnya suhu politik semacam ini akan berdampak meningginya pula tingkat kerawanan. Hal inilah membuat prinsip persatuan dan kesatuan menjadi sangat penting dipegang teguh oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga situasi tetap aman dan kondusif.
“Jangan sampai masyarakat ikut-ikutan jika terdapat gejolak. Semua harus dapat meredam apa yang terjadi. Masyarakat harus lebih bisa melakukan seleksi,” terang Roy Suryo di hadapan puluhan warga di Balai Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari beberapa waktu silam.
Tak sedikit tentunya isu-isu menjatuhkan atau merugikan beredar luas di masyarakat untuk menggiring pemikiran-pemikiran yang berbeda. Sekecil apapun informasi yang diperoleh jika tidak diolah terlebih dahulu, bukan tidak mungkin dapat memecah kondisi yang semula kondusif. Bukan tidak mungkin juga jika pesta demokrasi yang seharusnya bisa menjadi ajang yang menyenangkan justru dapat memecah belah kondisi. Namun jika pertahanan pengetahuan kuat, tentu hal tersebut tidak akan menggoyahkan persatuan.
Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, di masa sekarang ini harus lebih ditekankan kembali pada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat menjaga kondusifitas dan memiliki pemahaman dan pemikiran yang luas. Penekanan pemahaman ini tidak hanya menyasar pada mereka yang telah dewasa, namun generasi muda juga harus lebih memahami.

Mengingat pemikiran mereka yang masih labil, bukan tidak mungkin kemudian digunakan untuk kepentingan orang lain. Generasi inilah yang menjadi ujung tombak dalam menjaga persatuan dan kedaulatan di masing-masing wilayah.
“Jangan mengambil pemikiran jika belajar mendalami 4 pilar kebangsaan itu duduk dan mendengarkan. Namun dari hal kecil saja bisa, mulai dari toleransi, solidaritas, kebersamaan hingga sosial. Ini semua bisa dikaitkan dengan 4 pilar kebangsaan, belajar itu mudah,” imbuh dia.
Pria yang terakhir menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga di era Presiden SBY ini mencontohkan, jika siapapun dan di manapun bisa menerapkan hal semacam ini. Misalnya dari seorang petani menularkan memberikan pemahaman pada anggota keluarganya, kemudian ditularkan pada lingkungannya. Hal ini telah mrmbantu dalam menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.
“Pada intinya semua kembali ke masing-masing. Tidak mudah terprngaruhi dengan kondisi dan isu sekitar, jika salah-salah tindakan bukan tidak mungkin dapat merugikan diri sendiri atau bahkan banyak kalangan,” tutup politisi dari Partai Demokrat ini.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized3 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
