Sosial
Suka Cita Natal di Gereja Katolik St. Petrus Kanisius Wonosari Diwarnai Pemberian Beras Kepada 250 Fakir Miskin
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Suka cita Natal di Gereja Katholik Santo Petrus Kanisius Wonosari begitu nampak dari wajah para jemaatnya. Pada Misa Natal pagi tadi ratusan umat khidmad mendengarkan ceramah Romo Josephus Benediktus Clay Pareira yang bertema Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang.
Sekretaris Panitia Peringatan Natal Gereja Katolik Santo Petrus Kanisius Wonosari, Agustinus Lasiman mengatakan setiap tahun tema peringatan Natal selalu berbeda menyesuaikan dengan perkembangan dari situasi yang ada di wilayah sekitar gereja terutama wilayah Indonesia. Tema Natal sendiri biasanya diambilkan dari isu masyarakat ataupun isu alam.
Dalam rangkaian perayaan Natal kali ini seluruh jemaat dari Gereja Katolik Santo Petrus Wonosari mempunyai gerakan sosial pengumpulan beras satu orang satu kilogram dan terkumpul 1 ton lebih. Selanjutnya dibagikan kepada sekitar 250 fakir miskin yang berada di sekeliling gereja.
“Semoga suka cita Natal yang kami rasakan ini juga dirasakan oleh semua orang. Berbagi menjadi salah satu cara kami untuk merayakan suka cita ini, semua dalam lindungan, damai dan diberkati,” kata dia.
Menurut Agustinus Lasiman gotong royong di Gunungkidul masih sangat kental. Toleransi yang ada pun masih cukup baik, sehingga dalam perayaan Natal ini diharapkan mampu merekatkan hubungan semua pihak.

Rabu (25/12/2019) pagi, di Gereja Katolik Santo Petrus Wonosari hanya dilakukan satu kali Misa yang dimulai pukul 08.00 WIB. Kemudian Selasa (24/12/2019) kemarin malam dilaksanakan dua kali Misa yaitu pukul 18.00 WIB dengan prosesi kental nuansa Jawa dan pukul 21.00 WIB dengan berbahasa Indonesia. Prosesi Misa yang menggunakan bahasa Jawa ini merupakan salah satu upaya dari umat Katolik dalam melestarikan budaya.
“Proses Misa dilaksanakan dua kali karena kapasitas gereja yang tidak mampu menampung seluruh umat. Di mana jumlah umat Katolik di gereja ini mencapai 3.000 orang sementara kapasitasnya hanya sekitar 2 ribuan,” jelas Agustinus Lasiman.
Misa sendiri dimulai dengan acara Sendratari Pewarnaan Sri Budaya dan kemudian rangkaian inti Misa. Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pun nampak hadir di gereja untuk memberikan dukungan bagi para umat yang merayakan Natal.
-
Info Ringan7 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
