fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sukses Dalam Terobosan Program Pengentasan Pernikahan Dini, Puskesmas Gedangsari II Dapat Penghargaan Dari Kementrian

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Program Ayo Tuna Usia Menikah Mengawali Gerakan Semangat Gotong Royong Cegah Stunting atau biasa disingkat Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting yang merupakan inovasi dari Puskesmas Gedangsari II berbuah manis. Program yang dibuat dalam melakukan penundaan usia pernikahan serta mencegah kasus stunting di Gunungkidul ini mendapat penghargaan dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Program yang digagas oleh pemerintah ini masuk dalam salah satu Top 99 Inovasi Layanan Publik tahun 2019. Ayunda Si Meneki Makan Sego Ceting sendiri digagas dengan dasar yang kuat. Program ini menindaklanjuti program penundaan pernikahan dini yang sebelumnya ditetapkan oleh pemerintah. Hanya beberapa saat diluncurkannya, program ini langsung berdampak signifikan. Pasalnya, angka pernikahan dini saat ini jauh lebih berkurang. Masyarakat pun mulai merubah pola pikir mereka untuk memberikan pendidikan yang lebih pada anak-anak terlebih kaum perempuan.

Dari sini, Pemkab kembali mendorong unit-unit puskesmas yang ada untuk berinovasi. Dalam hal ini, untuk menekan kasus stunting yang dialami oleh anak-anak di Gunungkidul. Hingga akhirnya tercetus program Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting. Kasus stunting sendiri memang selama beberapa tahun ini menjadi perhatian pemerintah dalam penanggulanngannya.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan jika program ini sendiri diprakarsai oleh Puskesmas II Gedangsari. Saat ini, atas kesuksesan mencegah permasalahan sosial dan kesehatan di wilayah tersebut, beberapa kecamatan lain pun juga mulai mengadopsi program serupa. Dengan demikian diharapkan semua pemangku kepentingan dapat ikut terlibat dalam mengatasi permasalahan yang ada.

Berita Lainnya  Agar Masyarakat Tidak Ribet, BPJS Kesehatan Diminta Tidak Gonta-ganti Aturan

”Alhamdulillah saya bersyukur dan sangat apresiasi dengan adanya inovasi Ayunda si menik makan sego ceting dengan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan kearifan lokal berupa semangat gotong royong dalam menangani permasalahan pernikahan usia anak dan pencegahan stunting,” kata Badingah, Jumat (19/07/2019).

Inovasi Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting merupakan inovasi yang diterapkan bersama selain untuk menekan pernikahan dini, juga untuk mengurangi angka kematian ibu, kematian bayi hingga menekan stunting. Mengingat permasalahan pernikahan dini menjadi salah satu faktor tingginya stunting di Gunungkidul. Beberapa terobosan baru pun juga terus dikembangkan oleh Pemkab Gunungkidul.

“Dengan penghargaan yang diterima ini mudah-mudahan bisa menjadi pemicu instansi lain dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Selain itu juga sebagai cambuk bagi kami untuk berusaha lebih baik lagi,” tambah dia.

Dukungan dan kerjasama dari masyarakat pun juga sangatlah diharapkan. Perlahan seiring berkembangnya daerah dan beberapa bidang lainnya diharapkan juga mampu merubah pola pikir masyarakat tanpa harus meninggalkan jati diri sebagai warga bumi handayani.

Berita Lainnya  Desak Langkah Cepat Pemerintah Terkait Bangunan Anyar Pasar Playen Yang Rusak, Dewan Pertanyakan Pengawasan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati menambahkan jika salah satu fokus penanganan Dinas Kesehatan memang menekan stunting di Gunungkidul. Menurutnya, beberapa program pemberdayaan, pembinaan dan pemberian gizi tambahan menjadi salah satu program yang tengah digalakkan. Di samping itu, pihaknya juga mensosialisasikan pola hidup sehat pada masyarakat.

“Sejak tahun 2013 lalu angka pernikahan dini di Gedangsari diakui cukup tinggi dan diketahui pula angka stunting juga tinggi hingga akhirnya tercetus program menunda usia nikah dini yang mengarah pada pencegahan stunting,” urai Dewi Irawaty.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler