Pemerintahan
Sukses Dalam Terobosan Program Pengentasan Pernikahan Dini, Puskesmas Gedangsari II Dapat Penghargaan Dari Kementrian
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Program Ayo Tuna Usia Menikah Mengawali Gerakan Semangat Gotong Royong Cegah Stunting atau biasa disingkat Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting yang merupakan inovasi dari Puskesmas Gedangsari II berbuah manis. Program yang dibuat dalam melakukan penundaan usia pernikahan serta mencegah kasus stunting di Gunungkidul ini mendapat penghargaan dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Program yang digagas oleh pemerintah ini masuk dalam salah satu Top 99 Inovasi Layanan Publik tahun 2019. Ayunda Si Meneki Makan Sego Ceting sendiri digagas dengan dasar yang kuat. Program ini menindaklanjuti program penundaan pernikahan dini yang sebelumnya ditetapkan oleh pemerintah. Hanya beberapa saat diluncurkannya, program ini langsung berdampak signifikan. Pasalnya, angka pernikahan dini saat ini jauh lebih berkurang. Masyarakat pun mulai merubah pola pikir mereka untuk memberikan pendidikan yang lebih pada anak-anak terlebih kaum perempuan.
Dari sini, Pemkab kembali mendorong unit-unit puskesmas yang ada untuk berinovasi. Dalam hal ini, untuk menekan kasus stunting yang dialami oleh anak-anak di Gunungkidul. Hingga akhirnya tercetus program Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting. Kasus stunting sendiri memang selama beberapa tahun ini menjadi perhatian pemerintah dalam penanggulanngannya.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan jika program ini sendiri diprakarsai oleh Puskesmas II Gedangsari. Saat ini, atas kesuksesan mencegah permasalahan sosial dan kesehatan di wilayah tersebut, beberapa kecamatan lain pun juga mulai mengadopsi program serupa. Dengan demikian diharapkan semua pemangku kepentingan dapat ikut terlibat dalam mengatasi permasalahan yang ada.
”Alhamdulillah saya bersyukur dan sangat apresiasi dengan adanya inovasi Ayunda si menik makan sego ceting dengan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan kearifan lokal berupa semangat gotong royong dalam menangani permasalahan pernikahan usia anak dan pencegahan stunting,” kata Badingah, Jumat (19/07/2019).
Inovasi Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting merupakan inovasi yang diterapkan bersama selain untuk menekan pernikahan dini, juga untuk mengurangi angka kematian ibu, kematian bayi hingga menekan stunting. Mengingat permasalahan pernikahan dini menjadi salah satu faktor tingginya stunting di Gunungkidul. Beberapa terobosan baru pun juga terus dikembangkan oleh Pemkab Gunungkidul.
“Dengan penghargaan yang diterima ini mudah-mudahan bisa menjadi pemicu instansi lain dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Selain itu juga sebagai cambuk bagi kami untuk berusaha lebih baik lagi,” tambah dia.
Dukungan dan kerjasama dari masyarakat pun juga sangatlah diharapkan. Perlahan seiring berkembangnya daerah dan beberapa bidang lainnya diharapkan juga mampu merubah pola pikir masyarakat tanpa harus meninggalkan jati diri sebagai warga bumi handayani.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati menambahkan jika salah satu fokus penanganan Dinas Kesehatan memang menekan stunting di Gunungkidul. Menurutnya, beberapa program pemberdayaan, pembinaan dan pemberian gizi tambahan menjadi salah satu program yang tengah digalakkan. Di samping itu, pihaknya juga mensosialisasikan pola hidup sehat pada masyarakat.
“Sejak tahun 2013 lalu angka pernikahan dini di Gedangsari diakui cukup tinggi dan diketahui pula angka stunting juga tinggi hingga akhirnya tercetus program menunda usia nikah dini yang mengarah pada pencegahan stunting,” urai Dewi Irawaty.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized5 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
