fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sukses Terapkan Inovasi Tatanan Baru, Pokdarwis Nglanggeran Dapat Penghargaan

Published

on

Patuk,(pidjar.com)–Pokdarwis Nglanggeran, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk mendapatkan peringkat II Kabupaten dalam lomba tatanan normal baru produktif dan aman covid-19 pada sektor tempat wisata. Hal ini lantaran adanya inovasi yang diterapkan oleh pengelola pokdarwis dalam penyelenggaraan pariwisata di masa pandemi.

Ketua Pokdarwis Nglanggeran, Mursidi mengungkapkan, Pokdarwis Nglanggeran mewakili Gunungkidul dalam lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri beberapa waktu lalu. Adapun inovasi yang diterapkan dalam kegiatan pariwisata selama pandemi yaitu dengan penerapan protokol kesehatan dan diimbangi penyediaan fasilitas lain.

“Itu menjadi yang utama dalam uji coba kegiatan pariwisata di Desa Wisata Nglanggeran. Kemudian inovasi lainnya adalah kita menerapkan wisata virtual selama pandemi berlangsung,” ujar Mursidi saat ditemui di Rumah Dinas Bupati dalam penyerahan piagam penghargaan, Senin (28/09/2020).

Ia mengungkapkan, berkaitan dengan wisata virtual ini menjadi inovasi desa wisata Nglanggeran untuk memberikan ruang bagi orang-orang yang tidak bisa secara langsung berwisata ke Nglanggeran. Dari pokdarwis menyediakan konten-konten aktivitas wisata di destinasi tersebut.

Berita Lainnya  Tenaga Guru Dapat Jatah Terbanyak, Berikut Formasi Resmi Seleksi CPNS Yang Dibuka Pemkab Gunungkidul

“Jadi kami membuat konten yang isinya kegiatan wisata selayaknya berkunjung ke Nglanggeran. Kemudian kami suguhkan dalam bentuk video dan foto di sebuah aplikasi seperti zoom. Nanti mereka mengikuti jelajah destinasi secara online,” tambahnya.

Dalam penerapan inovasi dan proses lemba kemarin, Pokdarwis Nglanggeran mendapatkan bimbingan dari OPD terkait maupun dari pihak ketiga.

“Untuk penerapannya sendiri berbayar, kita suguhkan atraksi yang kami miliki. Untuk peminatnya sendiri lumayan bagus sejak awal itu. Mengenai penghargaan ini mudah-mudahan kita lebih maksimal lagi dalam pelayanan dan memunculkan inovasi baru,” paparnya Mursidi.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah mengungkapkan lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri ini ada beberapa kategori. Untuk Gunungkidul yang mendapatkan peringkat adalah diinovasi kepariwisataan itu. Dengan adanya penghargaan ini, patut disyukuri dan diapresiasi kegigihan para pelaku wisata di Nglanggeran.

Berita Lainnya  Pantai Lainnya Gencar Dibangun, Watu Kodok  Bangkit Secara Mandiri Agar Tetap Eksis

“Semoga dapat menginspirasi pokdarwis lainnya. Untuk protokol kesehatan menjadi sebuah hal yang wajib pemantauan terus dilakukan, jangan sampai ada kluster di destinasi wisata,”ujar Badingah.

Hasil dari lomba itu, pemerintah mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar 2 miliar rupiah. Dana tersebut digunakan untuk penguatan jaringan internet di kawasan wisata, padat karya di Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, penyediaan fasilitas penanganan covid-19 di destinasi wisata, belanja smartphone untuk pendataan wisata, dan penyediaan fasilitas penanganan covid-19 di pasar.

“Ada beberapa kategori yang diikuti, salah satunya pasar juga ikut. Kebetulan tidak mendapatkan peringkat, tapi tetap kami bagi dari anggaran yang didapat untuk penanganan dan pengadaan fasilitas,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler