fbpx
Connect with us

Peristiwa

Sumiyem Ditemukan Tewas di Dasar Sumur

Diterbitkan

pada

Semin,(pidjar.com)–Sumiyem (52), warga Padukuhan Parangan 1 RT 006 RW 01 ditemukan tewas di dalam sumur pada Minggu (14/04/2019) sore kemarin. Saat ditemukan, tidak ada luka penganiayaan pada tubuhnya. Diduga kuat, korban terpeleset saat berjalan di dekat bibir sumur.

Kapolsek Semin, AKP Haryanta mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya sekitar pukul 11.00 WIB, Sumiyem diketahui masih berada di dalam rumah bersama suaminya.

Keduanya saat itu tengah berembuk untuk menjual kambing peliharaan mereka. Untuk itu, Sumiyem menyuruh suaminya untuk memanggil pedagang kambing.

“Suami korban menuruti, dia pergi memanggil orang yang biasanya membeli kambing di wilayah tersebut,” ucap Haryanta, Senin (15/04/2019).

Sekira pukul 14.30 WIB, saat suaminya pulang, kondisi pintu rumah sudah dalam keadaan terbuka. Namun saat ia masuk, Sumiyem sendiri tidak berada di dalam rumah.

Berita Lainnya  Bakar Sampah di Ladang Jati, Kakek Renta Tewas Terbakar

“Kemudian suami korban itu melakukan pencarian di sekitaran rumah. Ketika sampai di dekat sumur, ia melihat ada sandal milik korban,” ucap dia.

Curiga dengan hal tersebut, suami korban kemudian meminta pertolongan warga untuk bersama-sama mengecek isi sumur. Dengan sebuah jangkar, mereka mendapatkan baju Sumiyem tersangkut di jangkar tersebut. Barulah kemudian mereka sadar jika Sumiyem mengalami nasib naas tercebur sumur.

“Kemudian mereka lapor ke Polsek Semin kita kemudian menuju lokasi untuk pengecekan,” ucap Haryanta.

Sementara itu, Humas Basarnas Gunungkidul, Pipit Eriyanto mengatakan, pihaknya turut membantu jalannya evakuasi. Ia manceritakan, dalam proses evakuasi tersebut, membutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk mengangkat korban dari dalam sumur.

Berita Lainnya  Serangan Anjing Liar Sepekan Terakhir di Girisubo, 7 Kambing Mati Dimangsa

“Dari Basarnas, BPBD, SAR dan beberapa relawan lain membantu jalannya proses evakuasi korban,” kata Pipit.

Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Semin, Ipda Mahmet Ali Bahonar mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda penganiayaan. Meski ada riwayat depresi akibat sakit infeksi saluran kencing yang diderita oleh korban, namun petugas tidak bisa mengatakan hal itu kemudian merupakan kejadian bunuh diri. Sampai saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab pasti adanya kejadian tersebut.

“Minim saksi, kita belum bisa katakan bunuh diri. Mungkin terpeleset,” ucap Mahmet.

Klik untuk Komentar

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler