fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Tak Ada Komplain, Kualitas Beras Bantuan Dinilai Baik

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid19 serta pemberlakuan PPKM, pemerintah sempat memberikan beberapa program bantuan sosial kepada masyarakat. Salah satunya ialah bantuan sosial beras kepada 95.371 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah selesai didistribusikan pada pertengahan Agustus 2021 lalu. Dinas Sosial Gunungkidul memastikan tidak ada persoalan terkait kualitas bantuan yang diberikan. Semua beras yang diberikan disebut dalam kondisi baik dan layak.

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendro Prayoga, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul selama masa PPKM memberikan beberapa skema bantuan sosial bagi masyarakat miskin dan masyarakat yang terdampak covid19. Adapun anggaran sendiri bersumber dari APBD Gunungkidul serta APBN.

Salah satu yang baru selesai diberikan adalah pendistribusian bantuan beras kepada puluhan ribu KK. Dalam prosesnya, ia memastikan tak ada masalah terkait kualitas beras yang dibagikan kepada warga penerima.

“Kami memang tidak sempat mengecek satu persatu paket bantuannya karena banyak sekali. Tapi sejauh ini tidak ada yang komplain mengenai kualitas yang diberikan, itu berarti kualitas isi bantuannya sangat baik,” ucapnya, Rabu (25/08/2021).

Beberapa bantuan sosial yang kini masih berjalan ialah Bantuan Pangan Non Tunai yang berasal dari Kemensos. Untuk skema ini, penerima bantuan di Gunungkidul sendiri mencapai 83.886 KPM yang mendapatkan bantuan barang senilai Rp. 200 ribu per bulan. Selain itu, masih ada pula Program Keluarga Harapan (PKH) juga masih berjalan dengan penerimanya sejumlah 59.297 KPM di Gunungkidul. Masing-masing penerima memperoleh bantuan dengan nominal Rp. 75 ribu sampai Rp. 250 ribu per bulan tergantung komponen tiap KPM.

Selain itu, bantuan sosial bagi warga yang isolasi mandiri terus berjalan. Dinas Sosial Gunungkidul saat ini menyediakan 2.000 paket sembako yang berasal dari anggaran Belanja Tak Terduga APBD Gunungkidul senilai Rp. 400 juta. Tiap Keluarga yang sedang menjalani isoman akan mendapatkan bantuan sembako senilai Rp. 200 ribu itu.

“Penyaluran bantuan sembako bagi warga yang isoman sekarang sudah 1.700 paket yang disalurkan. Kami menunggu usulan dari Kalurahan untuk penyalurannya, apabila nanti habis bisa minta kembali,” ujar Hadi.

Lebih lanjut, Hendro mengungkapkan, permintaan bantuan sembako bagi warga yang sedang isoman mengalami penurunan. Selain karena angka kasus aktif covid19 di Gunungkidul yang berangsur menurun, menurutnya juga karena adanya bantuan dari danais bagi tiap Kalurahan yang dapat dipergunakan untuk membantu warga yang isoman.

Saat ini Dinas Sosial Gunungkidul tengah melakukan perbaikan data penerima bantuan. Karena menurut Kementerian Sosial, terdapat ratusan ribu nama yang harus diperbaiki.

“Dari Kementerian Sosial ada 146 ribu nama yang harus diperbaiki datanya, sekarang sudah 76% sudah diperbaiki. Sisanya sedang dikerjakan,” pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler