Sosial
Tak Pernah Dapat Bantuan, Bertahun-tahun Wartini dan Keluarga Tinggal di Rumah Tidak Layak
Purwosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ditengah gencarnya program bedah rumah di Kabupaten Gunungkidul ini, ternyata masih banyak warga yang tak mendapatkan program tersebut. Seperti yang dialami Wartini (40) warga Padukuhan Gembeng, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari. Rumah yang sudah lapuk nyaris roboh itu harus ia tinggali bersama suami dan 4 orang anak yang tiga diantaranya merupakan anak kembar.
Ditemui dirumahnya, Wartini mengaku sangat membutuhkan bantuan. Sebab saat ini ia merasa sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja. Apa lagi anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Wartini dan Suyono (60) merupakan pasangan suami istri yang dikaruniai 5 orang anak. Namun saat ini mereka hanya tinggal bersama 4 orang anak, sebab anak pertamanya sudah berkeluarga. Saat ini ia tinggal bersama Rizki Wahyu Setiyawan, Aldi Wahyu Setiawan, Desi Ayu Safitri yang merupakan anak kembar. Sedangkan satu anaknya lagi yang ialah Dian Latfianti.
"Saya hanya kerja tani. Ini anak saya yang kembar tiga duduk di kursi kelas 6 SD. Dan yang besar di SMA," kata Wartini, Sabtu (03/02/2018).
Dalam mencukupi kehidupannya, ia hanya mengandalkan panggilan untuk jadi buruh tani dengan penghasilan Rp 25 ribu per hari. Sedangkan untuk sang suami, belum tentu mendapatkan penghasilan lantaran bekerja sebagai buruh juga tidak menentu.

"Untuk kebutuhan makan dan sekolah anak-anak saja tidak cukup. Apa lagi untuk benah-benah rumah yang saat ini kondisinya sudah memprihatinkan," imbuh dia.
Pantauan di lapangan, kondisi rumah Wartini memang cukup memprihatinkan. Anyaman bambu dan kayu sebagai tembok pun sudah banyak yang bolong. Bahkan ketika masuk ke dalam rumah, tidak ada ruangan pembeda antara ruang tamu, ruang keluarga dan ruang tidur.
Bahkan untuk meja belajar saja, keempat anaknya harus saling berbagi. Hanya ada dua tempat tidur untuk mereka gunakan bersama.
"Kepengen punya ruang belajar. Karena kami pengen sekolah tinggi. Pengen jadi orang pinter," ucap ketiga anaknya bersahutan.
Selama ini diakui Wartini pihaknya belum pernah menerima bantuan apapun. Bahkan dari pemerintah desa sekalipun, ia sama sekali belum mendapatkan bantuan.
"Saya memang dapat PKH. Tapi untuk yang lainnya saya tidak dapat. Waktu zaman gempa itu saja, yang lain pada dapat saya sama sekali tidak," imbuh dia.
Ia berharap, pemerintah mau mendengarkan keluhannya itu. Sebab bantuan berupa rumah layak huni sangatlah diharapakan.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
