fbpx
Connect with us

Sosial

Tak Tembak Pelaku Curanmor Yang Rongrong Warga Gunungkidul, Ini Kata Polisi

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Sejumlah kasus pencurian sepeda motor di Gunungkidul yang melibatkan belasan orang dari berbagai komplotan berhasil diungkap jajaran kepolisian. Dari penangkapan tersebut, sejumlah fakta maupun pola mulai berhasil diendus oleh aparat kepolisian. Para pelaku pencurian yang merongrong masyarakat Gunungkidul ini disimpulkan masih didominasi oleh maling-maling lokal. Selama ini dalam melancarkan aksinya, mereka menggunakan beberapa modus berbeda. Meski sudah belasan orang yang diamankan, bukan berarti komplotan-komplotan yang beraksi di Gunungkidul ini sudah tertangkap seluruhnya. Masih ada sejumlah lainnya pelaku yang terlibat dalam 5 kasus pencurian sepeda motor di Bumi Handayani.

Kanit Pidum Polres Gunungkidul, Ipda Ari Widodo mengatakan, dalam pengungkapan kasus belum lama ini pihaknya berhasil mengamankan 10 unit sepeda motor. Jumlah tersebut merupakan hasil sitaan dari 4 kasus yang berhasil diungkap jajaran Polres Gunungkidul.

“Ada 10 sepeda motor berhasil diamankan, belum termasuk yang hasil pengembangan,” terang Ari, Jumat (06/09/2019).

Ia mengambil contoh, dari beberapa kasus yang ada, para pelaku sendiri didominasi oleh warga lokal Gunungkidul. Namun begitu, dalam melancarkan aksinya, mereka bekerja sama dengan para pelaku lain yang berasal dari luar Gunungkidul.

Berita Lainnya  Kisah Diki, Bocah Dengan Penyakit Mata Aneh Yang Bercita-cita Jadi Pebulutangkis Handal

“Untuk kelompok pencuri di Playen ada 2 pelaku warga Gunungkidul bekerjasama dengan pelaku lain dari Sleman dan Klaten. Untuk pengembangannya, mereka mengaku sempat beraksi juga di Sleman,” terang Ari.

Kemudian di Ponjong dan Ngawen, pihaknya berhasil mengamankan dua orang pelaku yang merupakan warga Ngawen dan Semin. Para pelaku tersebut rupanya juga pernah beroperasi di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah.

“Ini memang kelompok lokal. Tapi mereka beroperasi lintas provinsi,” terang dia.

Menurut Ari, dalam melancarkan aksinya, beberapa modus dilakukan para pelaku. Paling sering menurut Ari adalah aksi pencurian kendaraan bermotor dilakukan dengan memanfaatkan kelengahan pemilik yang meninggalkan kuncinya di kendaraan tersebut.

“Ada modus pakai kunci leter T, bobol rumah dan paling mudah adalah memanfaatkan kunci yang masih tertancap pada kendaraan,” kata dia.

Dalam penangkapan belum lama ini pihak kepolisian tidak sampai melakukan penembakan terhadap pelaku. Menurutnya, saat diamankan, para pelaku tidak berupaya melarikan diri maupun melakukan aksi yang membahayakan petugas. Sebelumnya, pihak kepolisian memang sempat mengeluarkan ancaman untuk menindak tegas para pelaku curanmor yang beraksi di Gunungkidul, termasuk hingga melakukan tembak di tempat.

Berita Lainnya  Mata Buta Setelah Dua Bulan Terserang Penyakit Misterius, Petani Miskin Ini Kehilangan Semangat Hidup

“Semua harus sesuai prosedur. Tapi kita akan mengambil langkah tegas lantaran ini memang sudah sangat meresahkan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady menjelaskan, saat ini jajaran Polres masih memiliki 5 kasus pencurian yang belum berhasil diungkap. Kendati demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus memburu para pelaku.

“Ada 9 kasus, kita baru bisa ungkap 4 kasus. Semoga lainnya segera dapat terungkap,” terang dia.

Ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bisa mengamankan barang berharganya. Terutama untuk kendaraan bermotor agat memarkirkan kendaraannya di tempat yang aman.

“Kalau perlu ditambah dengan kunci pengaman kalau memang parkir, carilah memang yang lokasi parkir aman. Kemudian kalau meninggalkan rumah silakan dititip kepada tetangganya atau pengurus RT RW atau keamanan,” pungkas dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler