fbpx
Connect with us

Peristiwa

Talud Anyar SMP 3 Saptosari Ambrol, Belasan Kepala Keluarga Mengungsi

Diterbitkan

pada

BDG

Saptosari,(pidjar.com)– Hujan yang terjadi belakangan ini mengakibatkan bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Gunungkidul. Data dari Badan Penanggulangan Bencana daerah sejumlah kapanewon dilaporkan terdampak bencana sehingga membutuhkan penanganan khusus. Yang terbaru adalah terjadinya tanah bergera hingga adanya longsor pada talud fasilitas pendidikan yang mengancam rumah warga.

Kapolsek Saptosari, AKP Kusnan Priyono mengatakan, Minggu siang sekitar pukul 11.00 WIB hujan deras terjadi di wilayah Kapanewon Saptodari. Beberapa warga Widoro, Kalurahan Kanigoro mendengar suara gemuruh yang tak lazim. Ternyata talud SMP 3 Saprosari longsor dan menutup jalan warga.

“Talud SMP N 3 Saptosari setinggi kurang lebih 10 meter longsor menutupi jalan yang mengisolasi 8 rumah dan tiang listrik ambruk,” ucap AKP Kusnan Priyono.

Berita Lainnya  Talud Jalan Ambrol, Truk Tangki Bermuatan Ribuan Liter Air Terguling

Longsoran talud tersebut juga mengancam 3 rumah warga yang berada di bawahnya. Sehingga penanganan kemudian dilakukan. Adapun kondisi sebagian talud yang masih di atas lonfisinya retak sepanjang 20 meter. Dikhawatirkan jika hujan terus terjadi akan terjadi longsoran susulan.

Akibat kejadian ini, 11 KK di padukuhan tersebut terpaksa harus bermalam dan beraktifitas di rumah sanak saudara mereka yang sekiranya lebih aman untuk sementara waktu. 9 KK diantaranya akses jalannya tidak bisa dilewati sama sekali karena jalanan tertutup material longsor.

“Ada 30 jiwa yang terdampak longsor talud SMP 3 Saptosari ini,” kata Jogoboyo Kanigoro, Suhadiyono.

“Untuk penanganannya kemarin talud di atas yang retak kemudian ditutup dengan terpal,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Penyakit Kambuh Saat Berladang, Bambang Ditemukan Meninggal Dunia di Alas Meneng

Untuk penanganannya, pemerintah kaluraha sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan dinas terkait. Dimana membutuhkan alat berat dan perhitungan secara pasti. Sedangkan untuk KBM di sekolah dihentikan sementara waktu 2 sampai 3 hari kedepan meski gedung sekolah tergolong aman.

Peristiwa lainnya yakni tanah bergerak ini terjadi di Padukuhan Sambeng 3, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen pada Minggu (20/11/2022) kemarin. Adanya fenomena ini menjadi perhatian dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kapolsek Ngawen, AKP Harjiyanto mengatakan, tanah bergerak terjadi di padukuhan Sambeng III tepatnya di lahan pertanian milik Sutoyo (61). Diketahui tanah tersebut tiba-tuba retak sepanjang kurang lebih 500 meter dengan lebar mulai dari 50 cm sampai dengan 2 meter.

Berita Lainnya  Bersihkan Lahan Kosong, Pekerja Pemotong Rumput Terjebur ke Dalam Sumur Tua

“Sudah dilaporkan, untuk saat ini kami pasang police line agar warga sekitar dan lainnya tidak mendekat karena berbahaya,” ucap Harjiyanto.

Adanya tanah retak atau bergerak ini menjadi perhatian banyak orang. Tak sedikit yang penasaran untuk menonton kondisi lahan pertanian milik Sutoyo ini, bahkan di media sosial pun juga banyak yang memposting fenomena ini.

Hujan deras belakangan memang mengakibatkan banyak bencana mulai dari banjir, tanah longsor, hingga tanah bergerak. Wargapun diminta untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam segala kondisi.

Data dari BPBD Gunungkidul ada ribuan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi saat ini. Tim BPBD, Tagana hingga relawan lainnya masih fokus dalam penanganan bencana yang terjadi.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler