fbpx
Connect with us

Peristiwa

Talud Jalan Ambrol, Truk Tangki Bermuatan Ribuan Liter Air Terguling

Published

on

Panggang,(pidjar.com)–Akibat talud longsor, sebuah truk tangki yang berisi 5.000 liter air terguling masuk ke tegalan. Peristiwa tersebut terjadi di Padukuhan Temuireng, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang pada Selasa (07/09/2021) siang tadi.

Kapolsek Panggang AKP Mujiman mengatakan, peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB, Tukiyono mengemudikan truk dengan nomor polisi AB 9016 RB. Ia bersama kernetnya Tugiyanto melintas di jalan kampung di Padukuhan Gebang, Kalurahan Girisuko.

“Sesampainya lokasi kejadian, talud jalan yang di lalui ban mobil sebelah kanan tersebut longsor akibat tidak mampu menahan beban truk yang memang bermuatan cukup berat,” beber Mujiman.

Mobil tersebut kemudian terbalik ke tegalan sedalam dua meter. Menurut Kapolsek, akibat insiden ini, mobil mengalami kerusakan yang cukup parah. Walau begitu, nasib pengemudi dan kernetnya yang masih berada di dalam truk saat kejadian cukup beruntung. Mereka hanya mengalami luka ringan.

“Sopir dan kernet hanya mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan,” kata dia.

Sebelumnya, kecelakaan nyaris serupa juga terjadi di Padukuhan Pengklik, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari, Senin (06/09/2021) kemarin. Sebuah truk pengangkut batako terjun ke pekarangan warga yang berada di bawah jalan.

Kapolsek Gedangsari, AKP Solechan menuturkan, sekitar pukul 16.30 WIB, truk bernomor polisi D 5577 XB tersebut mengirim batako untuk bantuan Rumah Tapak Layak Huni (RTLH) di Padukuhan Pengklik. Sesampainya di rumah calon penerima bantuan, sang sopir kemudian turun dan beristirahat di teras warga.

“Buruh bangunan kemudian menurunkan batako, namun baru turun separoh, halaman warga tidak muat,” beber Solechan, Selasa (07/09/2021).

Solechan menambahlan, saat itu sopir sedang beristirahat. Buruh bangunan pun sungkan untuk membangunkan. Kemudian salah satu buruh yang diketahui bernama Sulistiyanto (29) warga Gebang, Barepan, Cawas, Klaten Berinisiatif untuk memajukan truk agar lokasi untuk menurunkan batako lebih leluasa.

“Truk kemudian dimajukan, tetapi handle rem lupa tidak diangkat,” jelasnya.

Truk tanpa penumpang tersebut kemudian terjun ke pekarangan sedalam 5 meter dari jalan. Diketahui Sulis sendiri belum begitu cakap mengemudi. Ia berhasil menyelamatkan diri.

“Truk terperosok dengan posisi roda di atas, warga sekitar sempat kaget karena suara benturan cukup keras,” terang Solechan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sulis pun tak mengalami sedikit pun luka. Muatan batako pun pecah dan berhamburan ke luar bak.

“Evakuasi dilakukan hingga Senin malam karena kondisi medan cukup sulit,” kata Solechan.

Adapun evakuasi sendiri dilakukan secara gotong royong dengan peralatan manual. Baru setelah pukul 22.00 WIB, truk berhasil dievakuasi ke bahu jalan.

“Tidak ada korban jiwa tapi kerugian sekitar puluhan juta,” tandas Solechan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler