Pemerintahan
Rencana Pembangunan Rusunawa Kedua, 3 Lokasi Ini Diajukan Pemkab Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul tengah menggagas pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) kedua di Gunungkidul. Rencana yang telah dibahas secara matang ini bahkan tinggal menunggu tanggapan atas proposal yang diajukan ke pemerintah pusat. Dalam proposal ini, ada 3 lokasi strategis yang menjadi pilihan untuk pembangunan Rusunawa.
Kepala Bidang Perumahan Rakyat DPUPRKP, Bambang Antono mengungkapkan, wacana ini muncul seiring dengan program pemerintah dalam penyediaan rumah susun. Saat ini, Gunungkidul telah memiliki 1 Rusunawa yang terletak di Desa Karangrejek. Seiring berkembangnya waktu dengan minat masyarakat pun cukup tinggi ini, maka pihaknya kembali mewacanakan pembangunan Rusunawa kedua.a.
Pembahasan dan kajian mengenai wacana tersebut telah dilakukan, termasuk dalam hal ini perihal pilihan lokasi. Menurutnya, beberapa waktu lalu pemkab Gunungkidul mengirimkan proposal ke pemerintah pusat. Ada 3 pilihan lokasi pembangunan Rusunawa yang diajukan. Diantaranya adalah 2 di wilayah Karangrejek dan di Padukuhan Tawarsari, Desa Wonosari.
Pada masing-masing titik tersebut, Pemkab Gunungkidul telah memiliki aset tanah. Study lahan telah dilakukan oleh pemerintah dan selesai pada tahun lalu.
“Kita sudah kirim proposal ke pemerintah pusat. Namun demikian karena kondisi di tengah pandemi ini maka belum ada kabar bagaimana keberlanjutan wacana ini,” kata Bambang Antono, Rabu (27/05/2020).
Lebih lanjut ia mengatakan, rumah susun ini disediakan untuk memberikan tempat tinggal bagi masyarakat. Nantinya jika telah ada tindak lanjut tentu akan diteruskan dengan tahapan-tahapan selanjutnya. Gagasan dari Pemkab Gunungkidul, sesuai dengan tata ruang, rusun ini akan dibangun setinggi 3 lantai. Namun demikian, jika ada rekomendasi lain, maka Pemkab akan menaati rekomendasi tersebut.
“Kita tetap menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Adapun untuk estimasi anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan ini adalah sebesar 15 miliar rupiah untuk satu blok. Lahan yang dibutuhkan minimal 32 meter x 82 meter. Sebenarnya lahan itu sudah tersedia, karena pemkab memiliki lahan di Karangrejek dan Tawarsari dan cocok untuk pengembangan program ini.
“Masih sebatas wacana, kami belum tahu ini kapan terealisasi karena kondisi pandemi yang terjadi,” imbuhnya.
Selain rencana pembangunan rusun, saat ini bidang perumahan juga tengah menunggu SK dari pemerintah pusat berkaitan dengan keberlanjutan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahap kedua. Pada tahap 1 lalu, Gunungkidul telah mendapatkan 600 unit bantuan dengan satu unitnya sebesar 17,5 juta. Pembangunan fisik tahap pertama sendiri telah dilaksanakan.
“Tahap kedua ini ada sebanyak 716 unit yang diusulkan ini tinggal menunggu SK. Untuk cakupan wilayahnya hampir semua wilayah di Gunungkidul mendapatkan BSPS,” tutup Bambang.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
