fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Antisipasi Banjir Rendam Giriasih, Dua Titik Luweng Diperbaiki

Diterbitkan

pada tanggal

Purwosari,(pidjar.com)–Sebagai bentuk antisipasi terjadinya banjir seperti beberapa tahun lalu, pemerintah kabupaten Gunungkidul melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan revitalisasi 2 luweng yang berada di Padukuhan Wonolagi dan Trasih, Desa Giriasih, Kecamatan Purwosari.

Revitalisasi ini dimaksudkan agar luweng yang ada nantinya dapat berfungsi dengan baik saat musim hujan tiba. Luweng, bagi masyarakat Gunungkidul adalah sebuah titik layaknya sumur dipermukaan tanah yang memiliki kedalaman tertentu, berfungsi sebagai penyerap air saat hujan. Kemudian air yang masuk ke titik ini nantinya akan mengalir menuju sungai bawah tanah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki menuturkan langkah pemkab ini menyasar pada perbaikan talud di sekitar luweng. Kemudian di pasang jeruji besi sebagai alat untuk menyaring sampah. Pembersihan sampah sendiri juga telah dilakukan, pasalnya saat musim kemarau seperti ini seringkali sampah-sampah masuk ke dalam luweng.

“Kalau tidak segera dikondisikan tentu sampah dedaunan dan sampah-sampah lain dapat menyumbat luweng. Sehingga nantinya justru berdampak pada tidak terserapnya air dan mengakibatkan banjir,” papar Edy Basuki, Senin (04/11/2019).

Pengerjaan revitalisasi luweng sendiri membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan dengan anggaran 60 juta dari BPBD dan menggunakan anggaran KAS desa setempat. Selain BPBD dan desa yang bergerak dalam persiapan musim hujan dan antisipasi bencana banjir, kepada masyarakat juga dihimbau untuk lebih aktif untuk membersihkan sekitar luweng yang ada di masing-masing wilayah.

Berita Lainnya  Gantikan Posisi Lowong Ditinggal Pejabat Yang Ditarik ke Kecamatan dan Meninggal Dunia Karena Kecelakaan, Dua Perangkat Desa Karangasem Anyar Resmi Dilantik

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi berharap warga tidak membuang sampah agar tidak menyumbat di sekitar luweng paska-revitalisasi luweng yang terletak di Embung Karang dan Kawasan Wonolagi Padukuhan Trasih. Selain itu pihaknya menghimbau masyarakat melakukan penghijauan di lingkungan rumah dan luweng untuk mengantisipasi air hujan turun langsung ke tanah.

“Perlu dilakukan penanaman pohon-pohon seperti beringin, pule dan tanaman besar lainnya,” kata Immawan Wahyudi.

Immawan mengatakan, pihaknya melalui BPBD sudah menginstrusksikan untuk menggunakan anggaran pemkab untuk merevitalisasi luweng. Sehingga, saat musim hujan tidak terjadi banjir. Jika langkah antisiasi tidak dilakukan maka berdampak pada rumah rusak, lahan petani rusak sehingga tidak bisa menanam sehingga hasilnya tidak bisa dinikmati masyarakat, ditambah lagi aset-aset milik pemerintah daerah juga rusak.

Berita Lainnya  Enam Tips Mengatasi Nyeri Sendi

Saat ini, sejumlah wilayah yang memiliki luweng warganya mulai bebenah, seperti halnya membersihkan sekitar luweng, dan mengambil sisa-sisa sampah yang masuk ke dalam luweng.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler