Pemerintahan
Targetkan Jadi Kabupaten Layak Anak Pada 2025, Gunungkidul Masih Terganjal Infrastruktur
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah mempersiapkan menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) yang ditargetkan bisa terwujud pada tahun 2025 mendatang. Kini, Gunungkidul telah menempati predikat madya yang merupakan salah satu tahapan menuju KLA. Saat ini Pemkab Gunungkidul masih terganjal beberapa kendala yang tengah berusaha diatasi di mana salah satunya adalah minimnya infrastruktur khusus anak di ruang publik.
Hal ini diakui oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3KBPMD) Gunungkidul, Rumi Hayati. Ia mengatakan, sejak tahun 2010 pihaknya telah menempuh sejumlah upaya guna mewujudkan Gunungkidul menjadi KLA.
"Terutama kita masih terkendala di bagian infrastruktur. Masih banyak ruang publik di Gunungkidul yang infrastrukturnya belum memadai untuk anak-anak," kata dia saat ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sabtu (21/04/2018) kemarin.
Dilanjutkannya, anak-anak mempunyai hak jaminan dan perlindungan sebagaimana perintah UU No 35 Tahun 2014, Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak no. 11 Tahun 2011 tentang kebijakan pengembangan kabupaten layak anak. Sehingga, dibutuhkan dasar regulasi untuk mempersiapkan generasi anak-anak ke depan.
"Untuk menuju kabupaten layak anak, infrastruktur harus ramah anak. Ini penting untuk memberikan jaminan hak kepada mereka," tutur Rumi.

Pihaknya pun telah memberikan masukan kepada dinas terkait sebagai penyedia infrastruktur umum, dalam hal ini DPU-PTR Gunungkidul. Adapun masukan yang diberikan yakni menyediakan fasilitas untuk anak di ruang publik, seperti sarana olahraga dan tempat bermain di Puskesmas atau layanan perizinan.
"Sekolah ramah anak juga diperlukan untuk memenuhi hak-hak anak dalam mengembangkan kreatifitas mereka," jelas Rumi.
Dengan adanya Kabupaten Layak Anak, menurut Rumi, maka hak-hak anak bisa terpenuhi seperti berkumpul dan bermain bersama teman-teman sebayanya dan saling berbagi kreatifitas. Sedari kecil anak-anak dinilai sudah selayaknya mendapat kesempatan bermain di ruang publik. Oleh karenanya dibutuhkan tempat bermain dan berkumpul dalam ruang publik yang aman dan nyaman bagi mereka.
"Saat ini anak-anak butuh ruang, bukan saja untuk bermain tapi juga mengaktualisasikan dirinya," terangnya.
Sebagai informasi, ada lima tahapan peringkat sebuah kota/kabupaten bisa ditetapkan sebagai KLA. Pada tahun 2013 Gunungkidul mendapat predikat pratama layak anak dan tahun 2017 meningkat di tahap madya, tahun 2018 ini pemerintah menargetkan masuk ke tahap nindya. Kemudian apabila tahap nindya telah tercapai, maka masih ada tahap utama yang harus diselesaikan untuk bisa menjadi KLA di tahun 2025 mendatang.
"Saat ini Gunungkidul masih mendapatkan predikat madya dalam tahapan menuju KLA. Targetnya tahun 2025 sudah bisa menjadi layak anak," tutur Rumi.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
