Pemerintahan
Terbitkan Surat Edaran, Dinas Minta Petani Segera Persiapkan Masa Tanam Pertama
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mengeluarkan surat edaran untuk petani agar segera mempersiapkan ladang pertanian mereka. Sebab, 1,5 bulan lagi diprakirakan oleh BMKG, kawasan Gunungkidul akan memasuki musim hujan dan masa tanam pertama.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Raharjo Yuwono berharap agar surat edaran yang dibuat oleh DPP Gunungkidul agar segera ditindaklanjuti oleh para petani. Mulai dari persiapan lahan maupun segera memanen tanaman seperti singkong yang saat ini masih ada di lahan. Kemudian juga mulai dari sekarang, perlu juga dilakukan pengolahan lahan pertanian dengan traktor agar lebih mudah dan efektif.
“Ya kita himbau agar segera mengolah lahan sebagai persiapan musim tanam pertama,” kata Raharjo Yuwono, Senin (06/09/2021).
Selain itu, perlu juga untuk mempersiapan benih yang diambil dari bantuan pemerintah maupun yang dibeli sendiri. Kemudian diharapkan pula petani segera menebus pupuk subsidi dari pemerintah sehingga nantinya tidak terlambat dalam pengambilannya.
“Utamanya urea, NPK, SP 36, maupun ZA. Harapannya sebelum musim tanam pertama untuk pupuk urea sudah ditebus 50 persen oleh para petani,” imbuh dia.
Ia juga menghimbau para petani yang menerapkan pola tanam ngawu-awu agar memperhatikan ramalan iklim dari BMKG. Hal itu agar petani tidak merugi akibat gagal panen dan salah perhitungan. Sebab berdasarkan pengalamannya, seringkali hujan yang terjadi pada awal terkadang hanya sementara saja.
“Nantinya kami melalui PPL juga akan terus melakukan koordinasi dan pendampingan,” jelasnya.
Seperti pada umumnya, pada masa tanam pertama pastinya seluruh lahan di Gunungkidul dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan jenis padi. Kemudian dilanjutkan pada masa tanam kedua dan ada sebagian yang mulai beralih ke komoditas lainnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum mengatakan, berdasarkan perkiraan pada dasarian pertama Bulan Oktober, wilayah Sleman bagian utara akan memasuki musim penghujan. Kemudian pada dasarian II wilayah yang akan masuk musim penghujan adalah Kabupaten Sleman bagian utara dan barat, serta Kulon Progo bagian utara dan barat.
“Oktober dasarian III barulah Sleman bagian timur, Kota Jogja, Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo bagian tengah serta selatan,” ucap Etik Setyaningrum.
Ia menjelaskan hujan yang terjadi sifatnya normal kemudian untuk puncak hujan sendiri diprakirakan terjadi pada bulan Januari 2022 mendatang. Adapun panjang musim penghujan pada periode 2021/2022 20 dasarian. Sementara utuk wilayah Sleman utara dan barat mencapai 22 dasarian, dan Kulon Progo bagian utara serta barat 21 dasarian.
“Pada umumnya 20 dasarian untuk panjang musim penghujan mendatang,” tutup dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
