Connect with us

Sosial

Tekan Angka Gantung Diri, Ratusan Ibu-ibu Dilatih Jadi Kader Anti Bunuh Diri

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul dalam beberapa tahun terakhir masih terus terjadi dengan angka tidak sedikit. Secara rerata, sekitar 30 nyawa warga Gunungkidul harus berakhir di tali. Jumlah ini sendiri ada kemungkinan pada tahun ini tak bisa ditekan lantaran baru menginjak pertengahan tahun, sudah ada sedikitnya 18 orang warga Gunungkidul yang memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Kenyataan ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah Pemkab Gunungkidul yang harus diselesaikan. Untuk menekan angka bunuh diri, tentunya harus ada keterlibatan dari semua kalangan dalam melakukan pencegahan. Salah satu terobosan yang saat ini dilakukan adalah pelibatan masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu untuk ikut serta menjadi agen pencegahan. Ratusan ibu-ibu diberikan pelatihan pencegahan bunuh diri dengan jalan menjalin komunikasi dengan orang yang beresiko menjadi pelaku bunuh diri.

Psikiatri RSUD Wonosari Ida Rochmawati mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Gunungkidul memberikan pelatihan kepada 100an ibu-ibu dari seluruh kecamatan. Para ibu-ibu tersebut diproyeksikan untuk menjadi kader pencegahan bunuh diri. Mereka diberikan pelatihan mengenai pelatihan komunikasi efektif bagi orang yang beresiko bunuh diri dan keluarga.

Berita Lainnya  Berangkat Haji, 81 ASN di Gunungkidul Ajukan Cuti

“Kita berikan wawasan tentang gangguan jiwa dan faktor resiko bunuh diri. Kita mengajari mereka berkomunikasi jika di tengah masyarakat ditemukan orang beresiko bunuh diri,” kata Ida, Jumat (28/06/2019).

Ia menjelaskan, materi yang diberikan adalah materi komunikasi efektif, konseling dan komunikasi khusus. Untuk komunikasi efektif itu agar apa yang dimaksud dalam pikiran bisa mudah dipahami dan dimengerti. Hingga kemudian ibu-ibu tersebut memiliki kemampuan untuk mengajarkan verbal dan non verbal, contohnya bahasa non verbal bahasa tubuh yang memberikan dukungan.

“Kita ajarkan juga tentang cara bertanya tentang kematian, di situ ada beberapa model, kalau ada orang yang punya resiko kita bisa tanya apakah kamu pengen mati, atau kita mlipir (bertanya tidak langsung) apakah kamu pengen pergi jauh,” ucapnya.

Sehingga mereka bisa intervensi dini. Ia berharap dengan cara tersebut bisa mencegah atau membawa masyarakat beresiko itu mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa.

Berita Lainnya  Budidaya Porang di Gunungkidul, Minim Minat Meski Potensi Besar

“Nantinya mereka orang berisiko bunuh diri tidak sampai bunuh diri,” kata dia.

Ditegaskannya, pelatihan ini sangat penting karena seringkali masyarakat salah dalam berkomunikasi kepada orang yang beresiko bunuh diri. Menurutnya, orang dengan risiko bunuh diri itu merupakan orang yang kesepian dan butuh orang lain untuk mendengarkan keluhannya.

“Kebutuhannya dia (orang beresiko) pengen didengarkan saja. Kita bagus mungkin ngomongnya, tetapi itu bukan kebutuhan dia,” ujarnya.

Sementara itu, seorang anggota LSM Imaji, Sigit Purnomo atau dikenal Wage Dagsinarga menambahkan, ada tiga orang yang memiliki resiko bunuh diri yakni lansia hidup sendiri, orang dengan gangguan jiwa. Di dalamnya, lanjut Wage, tidak hanya gangguan jiwa berat termasuk orang dengan penyakit yang tidak kunjung sembuh hal ini bisa menyebabkan kejiwaannya terimbas. Sementara yang ketiga adalah orang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri.

“Orang bunuh diri itu tidak ingin mati tetapi dia ingin melepaskan beban hidup. Dia mati ingin melepaskan beban hidup. Saya yakin mereka takut mati, mereka tidak menemukan jalan lain,” ucap Wage.

Dari data LSM Imaji tahun 2018 kemarin, tercatat 34 orang pelaku bunuh diri. Sedangkan tahun 2019 ini, sudah 18 orang warga Gunungkidul melakukan bunuh diri. Menurut dia, upaya pemerintah menggandeng ibu-ibu dengan memberikan pelatihan merupakan cara yang efektif, karena mereka yang paling mengerti tentang apa yang terjadi di lingkungannya.

Berita Lainnya  Antisipasi Kerusuhan Pasca Pertandingan PSIM vs Persis Menjalar, Polres Gunungkidul Terjunkan Ratusan Personel

“Kita terus bekerja mandiri, untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan bunuh diri,” beber dia.

Terpisah, Kasubag Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan Bagian Kesra Setda Gunungkidul Siti Badriyah menambahkan, pemerintah terus melakukan upaya mengurangi resiko bunuh diri. Salah satunya dengan mengajak ibu-ibu untuk menjadi agen. Mereka diberikan pelatihan mengenai bagaimana lebih memahami lingkungan sekitar.

“Upaya ini sebagai bukti bahwa pemkab tidak pernah diam dalam rangka upaya pencegahan bunuh diri,” tambah Wage.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler