Sosial
Teladani Perjuangan Kemerdekaan, Guru MTs Rela Jalan Belasan Kilometer
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Dalam memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia, banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya ialah Surono (41) seorang guru di MTs Guppi Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semi. Pria ini rela berjalan kaki sejauh 12 kilometer untuk pulang dan pergi menuju lokasi upacara kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus. Ia mengaku melakukan kebiasaannya tersebut lantaran terinspirasi dari perjuangan pahlawan dalam memerdekakan Republik Indonesia.
Saat ditemui, warga Padukuhan Ngadipiro Lor, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin itu mengatakan sudah melakukan kebiasaannya tersebut sejak 2015 silam. Ia mengaku ingin merasakan keprihatinan pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang mana pada saat itu sebagian prajurit melakukan gerilya dengan jalan kaki. Setiap berjalan kaki saat 17 Agustus, tak lupa ia membawa tongkat dengan bendera merah putih guna menandakan memperingati perjuangan pahlawan di Indonesia.
“Sudah delapan tahun ini berjalan kaki dari rumah menuju ke lapangan untuk upacara peringatan kemerdekaan Indonesai,” ucap Surono, Kamis pagi.
Kebiasaannya tersebut dilakukan atas inisiatifnya sendiri. Dikatakannya jarak dari rumahnya menuju ke lapangan yang dijadikan lokasi peringatan kemerdekaan sejauh enam kilometer. Ia setiap tahunnya konsisten berangkat dan pulang dengan jalan kaki. Ia mengaku tidak ada persiapan khusus dalam melakukan kebiasannya itu.

“Ya kalau ditotal berangkat dan pulang itu sekitar 12 kilometer,” ungkap guru agama tersebut.
“Supaya tidak ketinggalan berangkatnya lebih awal, berangkat sekitar jam enam kurang. Kalau perjalanan biasanya satu setengah jam sudah sampai di lokasi,” sambungnya.
Ia mengaku sempat ditawari rekan-rekannya agar membonceng saja, namun ia tetap teguh dengan prinsipnya untuk tetap jalan kaki. Lebih lanjut, pertama kali melakukan aksi jalan kakinya itu ia mengaku tidak menemukan kesulitan. Hal itu karena ia sudah terbiasa berjalan kaki dalam setiap aktifitasnya.
“Ya untuk kesehatan juga, tapi sebelum 2015 itu pakai motor. Nah karena terinspirasi perjuangan pahlawan khususnya Jenderal Sudirman saya putuskan untuk mulai berjalan kaki setiap upacara peringatan,” terangnya.
Ia berharap, kebiasaan yang ia lakukan bisa memberikan contoh kepada generasi muda dalam hal mengenang perjuangan pahlawan di Indonesia. Menurutnya, momen peringatan kemerdekaan merupakan reflesi terhadap diri sendiri dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
