Pendidikan
Telah Diakui, Siswa Penganut Kepercayaan Akan Diberikan Pendidikan Khusus
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Belum adanya pendidikan kepercayaan di satuan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Dinas Pendidikan Gunungkidul. Salah satu kendala dalam membentuk Pendidikan Kepercayaan ialah terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang saat ini dimiliki.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno, mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah siswa yang menganut aliran kepercayaan di Gunungkidul. Ia mengakui jika saat ini, sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Gunungkidul Belum memiliki pendidikan kepercayaan.
“Perlu pendataan intensif untuk mengetahui berapa jumlahnya, selain itu juga perlu sosialisasi ke semua sekolah terkait sudah diakuinya penghayat kepercayaan,” jelas Winarno, Kamis (07/07/2022).
Keterbatasan SDM dan sertifikasi pengajar pendidikan kepercayaan menurutnya menjadi kendala dalam membentuk pendidikan kepercayaan di sekolah. Untuk mengambil langkah lanjutan, pihaknya masih menunggu hasil pendataan di sekolah-sekolah.
“Jumlah persisnya memang kurang tahu, tapi yang jelas presentasenya memang kecil yang kebanyakan tersebar di daerah pinggiran,” imbuhnya.

Dari informasi yang ia terima, selama ini siswa penganut kepercayaan dilonggarkan dalam menjalani pendidikan agama di sekolah. Siswa tidak dipaksa untuk mengikuti salah satu pendidikan agama dan mengikuti sesuai keinginannya. Hal itu lantaran belum adanya pendidikan kepercayaan di sekolah. Menurutnya, dengan sudah diakuinya penghayat kepercayaan maka tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan kepada siapapun. Ke depan, hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan untuk segera memfasilitasi siswa penghayat kepercayaan dalam hal pendidikan keagamaan.
“Semua itu kan hak, kalau bisa semua mendapatkan perlakuan yang sama,” terangnya.
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Tijan, mengatakan jika pihaknya masih melakukan inventarisasi untuk mengadakan pendidikan kepercayaan di tingkat SMP. Pembaruan data terkait jumlah siswa penghayat kepercayaan pun terus diperbarui sebagai langkah dalam menentukan kebijakan.
“Ini baru ada satu siswa SMP penghayat kepercayaan, untuk gurunya baru kami cek dan dalam proses inventarisasi kaitannya dengan pendidikan kepercayaan di tingkat SMP,” pungkasnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
