fbpx
Connect with us

Sosial

Temuan 2 Sumber Air di Kawasan Selatan, Asa Warga Bebas Dari Kekeringan

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya dalam mengentaskan masalah krisis air di sejumlah wilayah yang rutin terjadi pada musim kemarau. Karakteristik Kabupaten Gunungkidul yang merupakan kawasan karst, menjadikan banyak sungai bawah tanah yang menyimpan cadangan air yang melimpah. Namun untuk memanfaatkannya bukan perkara yang mudah lantaran kedalaman sungai bawah tanah tersebut. Membutuhkan peralatan yang canggih sekaligus juga sarana dan prasaran yang menguras anggaran guna memanfaatkan sumber-sumber air itu agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani, Toto Sugiharta mengungkapkan jika setiap tahun pihaknya mempunyai target untuk mencari dan menemukan sumber mata air yang baru, khususnya di wilayah yang masih kesulitan air. Berbagai strategi masih diupayakan agar penambahan sumber mata air bisa terwujud.

“Target (penambahan sumber mata air) pasti ada, tapi untuk realisasinya tergantung dari anggaran juga,” ucap Toto, Rabu (06/10/2021) siang.

Ia mengungkapkan jika beberapa waktu lalu pihaknya menemukan sumber mata air tanah baru yang berpotensi dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Dua sumber air tanah tersebut terletak wilayah selatan Gunungkidul yaitu berada di Kapanewon Saptosari dengan kedalaman sekitar 100 meter dan berada di Kapanewon Tanjungsari dengan kedalaman sekitar 50 meter. Kedua sumber air tanah tersebut diketahui setelah dilakukannya pengecekan dengan Electromagnetic Very Low Frequency. Sumber air tanah tersebut menurutnya merupakan jalur sungai bawah tanah.

“Harapannya agar dua titik yang ditemukan ini dapat menjadi sumber air baku yang baru yang bisa disalurkan ke masyarakat,” papar dia.

Ia menyampaikan jika penemuan dua sumber air tanah tersebut masih dalam kajian, termasuk dengan pembiayaannya. Dalam tahapan selanjutnya, akan dilakukan test hole sampai di titik air untuk mengetahui kualitas dan debit air.

“Itu kita mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan wilayah-wilayah yang pelayanannya masih digilir, selanjutnya kita akan lakukan test hole sampai di titik air,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, melaporkan jika memasuki akhir pekan pertama bulan Oktober 2021 ini, persediaan bantuan air tangki semakin menipis. Dari 2.200 tangki air yang rencananya dapat tersalurkan, hingga saat ini tinggal menyisakan 160 air tangki yang dapat didistribusikan. Ia memperkirakan jika pertengahan bulan Oktober anggaran untuk droping air akan habis.

“Kalau anggaran masih sekitar Rp. 60 juta, sudah 2.040 Rit yang sudah tersalurkan dari kuota utama 2.200 Rit,” jelas Edy.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler