fbpx
Connect with us

Sosial

Minat Besar Para Petani Muda Tanam Bawang

Published

on

Karangmojo, (pidjar.com)–Potensi pertanian di Gunungkidul memang tak perlu diragukan lagi, meskipun streotip Kabupaten Gunungkidul ialah wilayah yang sering kekeringan namun hal tersebut justru berbanding terbalik dengan hasil pertanian yang dihasilkan. Bahkan saat ini, saat sektor lain hancur lebur lantaran pandemi, pertanian Gunungkidul tetap kokoh. Pada komoditas pangan pokok, Kabupaten Gunungkidul dapat menjadi lumbung pangan di DIY. Tak hanya itu, komoditas hortikultura seperti bawang merah belakangan ini makin banyak petani yang tertarik untuk mengembangkannya.

Mulat (27) warga Padukuhan Plumbungan, Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo merupakan salah seorang petani muda yang memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan komoditas bawang merah. Meski baru menekuni pertanian bawang merah setidaknya dalam setahun terakhir, ia yakin bahwa ke depan, komoditi ini memiliki prospek yang sangat cerah.

Bahkan lantaran optimisme tinggi ini, ia memilih untuk mengambil langkah drastis. Mulat memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya di luar daerah. Baginya, kembali ke kampungnya untuk memanfaatkan lahan yang dimilikinya untuk ditanami bawang merah lebih memiliki masa depan yang cerah.

“Ini sudah panen dan sudah ditanami bawang merah lagi,” ungkap Mulat, Selasa (05/10/2021).

Di lahan pertanian dengan ukuran panjang 50 meter dan lebar 25 meter, Mulat mengkhususkan diri untuk menanam bawang merah. Berkat ketekunannya, ia bisa dibilang cukup berhasil dalam memanfaatkan lahan yang dimiliki. Seperti dalam panen terakhirnya, hasil dari panennya sangat memuaskan. Dari 50 kilogram bibit yang ia tanam, hasil panen ynag ia peroleh mencapai 630 kilogram.

“Kemarin sudah sempat panen empat kali. Alhamdulillah harganya bisa dibilang bagus. Dari hasil panen itu kalau dirupiahkan bisa mencapai puluhan juta,” sambungnya.

Apa yang dirasakan oleh Mulat sejalan dengan Kepala Seksi Produksi Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Sugiyanto, yang menyampaikan bahwa minat petani Gunungkidul dalam menanam komoditi holtikultura melonjak cukup tinggi. Terbukti pada tahun ini ada peningkatan lahan yang ditanami jenis holtikultura hingga seluas hampir 30 hektare dibandingkan tahun lalu.

Dengan penambahan luas lahan tersebut, otomatis hasil panen bawang merah dapat melonjak. Menurut catatannya, hasil panen bawang merah di Gunungkidul sejauh ini telah mencapai 783,61 Ton. Hasil ini menurutnya bisa meningkat lantaran pada saat ini, para petani juga tengah dalam proses panen raya.

“Kalau tahun lalu total luas lahannya 117 hektare, untuk saat ini mencapai 144,83 hektare. Kemungkinan hasil panen tahun ini bisa mencapai lebih dari 986 Ton,” papar Sugiyanto.

Meskipun adanya peningkatan luas lahan dan kemungkinan juga hasil panen bawang merah, namun ia mengungkapkan jika hasil panen yang dihasilkan sendiri masih belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Gunungkidul. Kebutuhan akan bawang merah di masyarakat Gunungkidul sejauh ini masih ditopang oleh suplai dari daerah lain.

“Kita berharap ke depan, perkembangan positif ini bisa terus berlanjut dan pada akhirnya, kita bisa paling tidak mencukupi kebutuhan di wilayah sendiri atau bahkan sampai menjual ke daerah lain,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler