Pariwisata
Temukan Pengelola Wisata Sudah Mulai Buka Usaha, Satpol PP Ancam Tutup Paksa
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dalam rangka mengkondisikan para pengelola wisata yang masih buka saat PPKM level 3 di Gunungkidul, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunungkidul terus menggencarkan patroli. Terbaru, setelah mendapatkan laporan adanya pengelola wisata yang masih buka, Satpol PP mendatangi sebuah objek wisata di Kapanewon Tepus untuk diberikan berita acara pengawasan.
Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Gunungkidul, Sugito, melaporkan jika pihaknya telah memberikan berita acara pengawasan kepada salah satu pengelola wisata di Kapanewon Tepus pada Kamis (09/09/2021) lalu. Hal itu menyusul adanya pemberitahuan mengenai masih bukanya tempat tersebut saat PPKM level 3.
“Ada salah satu penginapan yang modusnya memberi voucher untuk pergi ke salah satu resto,” terangnya saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (11/09/2021).
Dalam penelusurannya tersebut, pihaknya melakukan patroli di objek-objek kawasan pesisir selatan Gunungkidul yang difokuskan pada pengelola objek wisata. Namun saat melakukan patroli, tak jarang petugas Satpol PP menemukan wisatawan yang berada di pantai. Padahal, sesuai keputusan pemerintah, obyek wisata Gunungkidul saat ini masih ditutup total.
“Jadi kami sempat menemukan wisatawan yang berada di pantai, kami beri edukasi kalau objek wisata belum dibuka dan masih menunggu instruksi pemerintah dalam pembukaannya. Mereka kita perintahkan untuk pergi,” sambungnya.
Sementara itu, saat dilakukan patroli di salah satu di resto tersebut, pihaknya memberikan tindakan tegas berupa teguran tertulis berita acara pengawasan. Di mana jika nantinya tempat tersebut masih dibuka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penutupan paksa.
“Suratnya kami berikan kepada dua orang penjaga di sana karena pemiliknya kebetulan tidak di tempat. Kami minta untuk menahan diri terlebih dahulu sebelum diperbolehkan buka kembali oleh pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya bersama Tim Pengendalian Pengawasan Penegakan Hukum (Dalwasgakum) Gunungkidul beserta tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, SAR, dan Dishub Gunungkidul akan meningkatkan pengawasan dan patroli diseluruh objek-objek wisata di Gunungkidul.
“Bukan hanya di pantai, tapi semua objek wisata Gunungkidul. Jika nanti ditemukan pelanggaran akan dilakukan tindakan dari teguran lisan hingga penutupan paksa,” tegas Sugito.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
