Sosial
Tengah Hits di Berbagai Kota Termasuk Gunungkidul, Sepeda Tanpa Pedal Latih Motorik Anak
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Area pasar sapi Siyonoharjo di Desa Logandeng, Kecamatan Playen setiap hari Sabtu dan Minggu diubah menjadi arena yang banyak dipenuhi oleh anak-anak. Dari usia dua tahun sampai sekitar 7 tahun kompak membawa sepeda mini lengkap dengan perlengkapan keamanannya.
Anak-anak kecil ini berlatih dan bermain menggunakan sepeda. Uniknya, sepeda yang mereka gunakan tanpa pedal, rem, rantai bahkan gir. Bentuknya pun sangat kecil atau mini, disesuaikan dengan umur pemiliknya. Seperti di kota-kota besar lainnya, sepeda tanpa piranti pada umumnya ini tengah ngetren dikalangan anak-anak di Gunungkidul.
Ada sebuah komunitas tersendiri di bumi handayani yakni pushbike Geka. Dalam komunitasini bisa dijumpai beragam anak-anak dari usia 2 tahun hingga 7 tahun yang ingin belajar sepeda tanpa pedal. Adapun berlatih semacam ini bukan hanya untuk gengsi-gengsian saja melainkan memang untuk melatih motorik, keseimbangan dan sensorik anak-anak usia dini.
Pelatih sepeda tanpa pedal Gunungkidul, Badarudin atau yang akrab dipanggil Sidin mengatakan, jika sebenarnya untuk sepeda tanpa pedal ini memang tengah booming di kota-kota besar, tak terkecuali di Gunungkidul. Anak diajarkan keseimbangan dengan menaiki sepeda mini ini.
Untuk jalannya sendiri, menggunakan kaki jadi keseimbangannya lebih diasah kembali. Dalam latihan dibentuk arena lintasan menggunakan cone, kemudian ana-anak diarahkan untuk melintasi arena tersebut. Teknik-teknik pun juga diajarkan jadi tidak sembarang jalan.

“Mereka dilatih untuk menjaga keseimbangan dan motorik. Jadi misalnya, mereka melintasi lintasan itu kami minta untuk menggunakan kecepatan lari atau bahkan jalan. Keseimbangannya yang paling utama kaki kalau sudah berpijak dan sepedanya sudah jalan harus diangkat,”kata Sidin.
Saat mereka bermain dilintasan ini, sejumlah kelengkapan keamanan tetap diwajibkan untuk digunakan. Seperti helm, pelindung tangan dan kaki harus digunakan, agar nantinya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tetap aman.
“Biasanya orang tua mereka juga aktif ikut lari-larian di lintasan sembari mengarahkan anak-anak mereka,” imbuhnya.
Kegiatan ini selain melatih motorik anak juga untuk membentuk keperdulian anak-anak usia dini. Misalnya salah satu dsri mereka ada yang terjatuh biasanya satu dari mereka ada yang menghentikan laju sepedanya untuk menolong.
“Solidaritas, tolong menolong dan apa ya kebersamaan yang memang diterapkan. Yang perlu dipahamkan ke orang tua itu bahwa kegiatan ini bukan ajang balap hanya apa ya memupuk potensi anak,” tambah dia.
Untuk kegiatan olahraga ini juga ada kompetisinya. Tak jarang dari anggota ada yang ikut kompetisi di luar daerah dan berhasil mendapatkan juara. Dari situ bakat-bakat anak mulai nampak.
Salah satu pengurus komunitas, Deka menambahkan kegiatan ini bukanlah ajang untuk gengsi-gengsian. Jika dikota-kota besar memang harga sepeda tanpa pedal ini cukup mahal, bisa saja diakali dengan merakit sendiri. Dimana rangka-rangka sepeda bekas bisa disulap untuk dibuat sepeda mini.
“Kalau ada yang mau gabung ayo saja tinggal follow ig kami @pushbike geka. Disitu kita juga bisa sharing kok perkembangan, bakat dan minat si anak itu gimana,”ucapnya.
Salah satu anggota komunitas ini yang sudah malang melintang dan menjarai sejumlah kompetisi yakni Nadjwa Husna Adhifa. Bocah 5 tahun ini sudah beberapa kali menjuarai kompetisi di beberapa wilayah, orang tua bocah ini sebenarnya tidak sengaja mengikutkan anaknya dalam.olahraga sepeda tanpa pedal ini.
Seiring wakth berjalan ternyata bakatnya mulai nampak. Beberapa hari sekali ikut latihan untuk mengasah kemampuannya.
“Seneng banyak temennya kalau latihan. Dulu ikut sepatj roda sekarang ikut sepeda ini,” ucap Nadjwa.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized4 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
