fbpx
Connect with us

Sosial

Dipercaya Kurangi Efek Vaksin, Penjualan Kelapa Muda Naik 3 Kali Lipat

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Sejak beberapa bulan terakhir ini, pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi covid19. Puluhan ribu bahkan ratusan ribu warga Gunungkidul mendapatkan suntikan vaksin baik tahap pertama maupun tahap kedua. Hingga saat ini, gencaran program vaksinasi sendiri terus berlangsung. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyebut, lebih dari 40% warga Gunungkidul saat ini telah mendapatkan vaksin.

Yang menarik, gencarnya program vaksinasi ini berimbas pada meningkatnya penjualan kelapa muda di Gunungkidul. Peningkatan yang terjadi sendiri tak tanggung-tanggung, yakni mencapai 300%. Hal tersebut tak terlepas dari banyaknya infromasi yang beredar jika air kelapa muda dapat menambah imun dan dapat mengurangi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setelah vaksinasi.

Salah seorang pedagang, Winarti (39), perempuan asal Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo turut merasakan berkah program vaksinasi pemerintah. Tempat berjualannya yang berada di tengah Kota wonosari, tepatnya di tikungan dekat Kantor Dinas Kesehatan Gunungkidul selalu ramai oleh pembeli. Per harinya, ia mampu menjual sekitar 200 butir kelapa. Jumlah ini jauh meningkat jika dibandingkan dari hari-hari biasa.

“Saya jualan di sini sudah lumayan lama mas, sekitar lima tahun. Kalau saat ini penjualan kelapa sangat tinggi, naiknya hampir 3 kali lipat jika dibandingkan dengan hari biasa,” ungkap Winarti, Senin (06/09/2021).

Winarti yang berjualan dibantu dengan keponakannya mengaku cukup kewalahan dengan banyaknya permintaan ini. Tak hanya dalam melayani pembeli, ia juga harus rajin-rajin mencari stok dagangan agar jangan sampai kehabisan dagangan. Sebelum adanya pandemi, tiap harinya penjualan berkisar antara 50 sampai 100 butir kelapa saja. Namun sejak adanya pandemi, terlebih awal-awal masa pemberlakuan PPKM Darurat serta gencarnya vaksinasi, penjualannya terus meningkat tajam.

“Dari awal PPKM Darurat itu ramai-ramainya orang beli, katanya beli air kelapa buat nambah imun di tubuh. Apalagi kelapa jenis serat merah, pas awal itu laku keras,” sambungnya.

Untuk mencukupi kebutuhan dagangannya, ia mempunyai pemasok dari Kapanewon Saptosari yang menyuplai kelapa muda untuknya. Sehari sekali atau dua hari sekali, penyuplai itu datang untuk mengantar kelapa muda sesuai yang ia pesan. Meskipun dagangannya sedang naik, ia enggan untuk ikut menaikkan harga kelapa muda miliknya. Untuk harga kelapa muda hijau murni ia memberikan harga Rp 10 ribu. Sedangkan untuk kelapa serat merah, ia hargai Rp 13 ribu.

“Kalau sekarang kelapanya dari Saptosari, kalau kurang ngambil dari Purworejo. Karena tempat wisata masih ditutup jadi stok kelapa mudanya belum ambil dari daerah lain,” terang dia.

Mengenai informasi tentang air kelapa yang dapat mengurangi KIPI, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, menyampaikan jika ia belum mengetahui adakah pengaruh spesifik antara keduanya. Ia menjelaskan jika belum adanya kajian atau penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut untuk mengetahui hubungannya.

“Saya belum tahu apakah ada pengaruhnya, belum ada penelitiannya,” ucap Dewi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler