fbpx
Connect with us

Olahraga

Tergabung di Grup Neraka Ajang Liga 3 DIY, Persig Gunungkidul Rekrut Mantan Striker PSS Sleman

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Drawing grup Liga 3 DIY telah dilaksanakan pada Minggu (07/11/2021) kemarin. Sebanyak 15 klub lokal DIY dibagi dalam tiga grup yang akan bertanding untuk memperebutkan tiket ke kancah nasional sebagai wakil DIY. Klub kebanggaan masyarakat Gunungkidul, Persig Gunungkidul sendiri dalam tahap awal kualifikasi ini masuk dalam grup A yang digadang-gadang sebagai grup neraka bersama Mataram Utama, Persiba Bantul, JK United FC, dan PS HW.

Dengan segala keterbatasannya, manajemen Persig Gunungkidul telah memulai persiapan untuk menyongsong bergulirnya Liga 3 DIY awal Desember 2021 mendatang. Salah satunya adalah merekrut sejumlah pemain senior untuk mengisi squad Persig Gunungkidul. Pada kompetisi kali ini, manajemen Persig Gunungkidul sendiri telah berhasil merekrut mantan pemain PSS Sleman, Andrid Wibowo. Diharapkan, pemain berposisi striker ini akan bisa menjadi juru gedor bagi Persig Gunungkidul.

Ketua Persig Gunungkidul, Agus Mantara, menyampaikan, dalam mempersiapkan pertanadingan di Liga 3 DIY, Persig Gunungkidul telah menjalani sejumlah persiapan baik fisik maupun mental untuk mengahadapi setiap laga nantinya. Meskipun berada di grup neraka, hal ini bukan menjadi sebuah masalah. Menurutnya, semua kemungkinan dapat terjadi saat pertandingan berlangsung.

“Kita selalu tanamkan jiwa bertempur pada anak-anak bahwa di lapangan itu semua serba mungkin, kami juga telah merekrut pelatih yang cukup berpengalaman,” ucapnya saat ditemui, Rabu (10/11/2021) siang.

Secara komposisi pemain, ia mengungkapkan jika kualitas pemain Persig Gunungkidul tak kalah dengan yang lainnya. Ia optimis Persig Gunungkidul dapat melangkah jauh dalam liga 3 DIY yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

“Secara teknik kualitas pemain semua pemain punya kelebihan, yang penting lebih pada mengatur strategi dalam pertandingan. Kami persiapkan agar coach dapat leluasa dalam mengembangkan taktiknya,” jelas Agus.

Dalam melaksanakan persiapan menghadapi Liga 3, Agus mengungkapkan bahwa dalam persiapannya ini, pihaknya menghadapi kendala pendanaan. Selama ini, Persig berusaha secara mandiri dalam mencari sumber pendanaan agar dapat mengikuti kompetisi. Ia berharap ke depan, pihak-pihak terkait dapat membantu meringankan beban Persig Gunungkidul, terlebih agar Persig Gunungkidul dapat berkompetisi di ajang nasional.

“Kami harap semua pihak bisa membantu meringankan beban Persig Gunungkidul, kami harus bekerja keras untuk membiayai teman-teman ini. Kalau kita sudah mengeluarkan kontrak, otomatis ada beban biaya di kontrak itu,” jelas pria yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kebudayaan Gunungkidul ini.

Berkaitan dengan rekrutan anyar untuk mengisi komposisi pemain senior, Agus menyebut bahwa pihaknya telah mengamankan tanda tangan mantan pemain PSS Sleman, Andrid Wibowo. Andrid sendiri sudah tergabung dalam skuad pemain Persig Gunungkidul yang tengah menjalani persiapan intensif. Agus menyampaikan jika saat ini masih menunggu konfirmasi terkait jadwal pertandingan perdana.

Menurut Agus, dalam gelaran Liga 3 DIY ini, pertandingan akan digelar tanpa penonton. Ia menyayangkan keputusan ini lantaran tentunya, tak adanya penonton akan membuat atmosfer pertandingan bagi para pemain menjadi kurang maksimal.

“Ada beberapa mantan pemain Persiba Bantul asal Gunungkidul yang kita rekrut. Bagi mereka, ini seperti pulang kampung untuk membela tanah kelahiran. Sebenarnya banyak pemain dari Gunungkidul yang mewarnai kancah nasional. Semoga ini menjadi motivasi mereka untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” terang Agus.

Wakil klub sepakbola asal Gunungkidul lainnya yang akan berlaga di Liga 3 DIY ialah Rajawali FC yang tergabung dalam grup B bersama Satria Adikarta, Tunas Jogja, Raga Putra Menoreh, dan PS Baturetno.

Sementara itu, Manajer Teknik Persig Gunungkidul, Heri Susanto menjelaskan, secara regulasi, klub-klub yang bertanding di Liga 3 DIY ini memang mayoritas harus diisi pemain junior. Namun begitu, masing-masing klub diperbolehkan untuk merekrut maksimal 5 orang pemain senior.

“Namun nanti dalam pertandingan, pemain senior yang diperbolehkan diturunkan hanya 3 orang,” papar dia.

Diakuinya, persiapan Persig untuk mengarungi Liga 3 DIY ini memang terhitung cukup minim. Tak heran apabila kemudian, manajemen tak memasang target muluk-muluk dalam kompetisi musim ini.

Pihaknya lebih menjadikan ajang kompetisi ini sebagai pemanasan dalam menyongsong Porda DIY. Sebagian besar pemain Persig Gunungkidul sendiri memang diambil dari tim Porda Gunungkidul.

“Kita berharap Persig bisa meraih hasil maksimal di tengah persaingan yang sangat ketat ini,” tutup Heri.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler