fbpx
Connect with us

Sosial

Terjadi Belokan Angin dan Intrusi Udara Basah, Hujan Lebat Diperkirakan Terjadi di Gunungkidul Bagian Barat dan Utara Dalam 2 Hari Ini

Diterbitkan

pada tanggal

––>

Wonosari,(pidjar.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menghimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya peningkatan potensi hujan lebat yang diperkirakan terjadi dalam dua hari mendatang. Meski saat ini tengah memasuki musim kemarau, namun berdasarkan pantauan satelit memperlihatkan akan potensi hujan. Sejumlah bencana alam seperti angin kencang serta pohon tumbang harus diantisipasi.

Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, dari pantauan kondisi atmosfer terlihat adanya belokan angin serta intrusi udara basah yang masuk ke wilayah D.I. Yogyakarta. Hal ini menimbulkan tingkat kelembaban udara di bagian atas atmosfer cukup basah dalam kisaran 80-90 %. Kondisi tersebut menyebabkan pembentukan awan-awan hujan yang kemudian berpotensi membuat terjadinya hujan cukup tinggi.

Berita Lainnya  Gelar Seni dan Budaya HUT Gunungkidul, Hiburan Gratis Untuk Rakyat Digelar Hingga Sabtu Mendatang

"Kalau di Gunungkidul yang diprediksi akan berpeluang terjadinya hujan dalam beberapa hari ke depan yakni bagian barat dan utara. Kalau keseluruhan di Sleman, kota Jogja, sebagian Kulonprogo (bagian utara), Bantul bagian utara," terang Edy, Kamis (21/06/2018).

Dijelaskan Edy, hal yang patut diwaspadai terhadap kemungkinan hujan disertai angin ialah kejadian pohon maupun baliho tumbang/roboh. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

"Jangan berlindung di bawah pohon jika terjadi hujan disertai petir," imbuh Edy.

Selain potensi hujan, diperkirakan juga akan terjadi kenaikan gelombang air laut di perairan selatan Gunungkidul. Namun demikian sampai saat ini kenaikan gelombang masih dirasa aman.

Berita Lainnya  Cerita Warga Yang Melihat Pulung Gantung Pada Sore Hari Sebelum Mbah Karto Ditemukan Gantung Diri

Sementara itu, koordinator SAR Wilayah II, Marjono mengatakan bahwa pihaknya juga mendapat informasi tersebut. Perkiraan gelombang tinggi akan sampai pada 25 Juni mendatang.

"Sampai saat ini masih aman. Perkiraan gelombang naik diantara 2 sampai 3,5 meter," ungkap Marjono.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler